Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai terdapat sangat banyak dampak positif ketika siaran televisi analog beralih ke TV digital.
"Ada banyak hal, program siaran bisa lebih banyak dan bervariasi," kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kominfo, Mulyadi, saat webinar "Unboxing Set Top Box", Rabu (21/7/2021).
Siaran televisi digital memungkinkan jumlah siaran televisi semakin banyak sehingga acara semakin bervariasi. Selain jumlah program siaran yang lebih banyak, televisi digital juga menjanjikan kualitas tayangan yang lebih jernih, baik untuk suara maupun gambar.
Siaran televisi digital bahkan bisa memberikan resolusi gambar kualitas High Definition atau HD. Dari segi teknis, siaran digital mampu menghemat penggunaan infrastruktur karena satu infrastruktur bisa digunakan antara tujuh hingga 13 lembaga penyiaran.
Efisiensi infrastruktur ini berlaku untuk penggunaan menara (tower), pemancar dan penggunaan listrik, jika lembaga penyiaran harus menggunakan masing-masing infrastruktur sendiri.
Efisiensi juga berlaku untuk penggunaan spektrum frekuensi radio. Dalam siaran televisi teresterial analog, satu kanal frekuensi digunakan untuk satu siaran televisi. Sementara dengan siaran digital nanti, satu kanal frekuensi bisa menampung tujuh hingga 13 siaran televisi.
Dengan penggunaan spektrum frekuensi radio yang efisien, siaran televisi digital mampu menghasilkan dividen digital sebesar 112MHz, yang akan digunakan untuk penyediaan internet kecepatan tinggi dan peringatan dini kebencanaan.
Siaran digital diprediksi memberikan nilai tambah untuk penyebaran informasi, salah satunya adalah peringatan dini kebencanaan atau early warning system.
Siaran televisi digital juga mampu memberikan daya saing ekonomi digital, pendapatan negara, dan penyediaan lapangan kerja. Kominfo mengutip data dari Boston Consulting Group pada November 2017 lalu, bahwa dividen digital dari migrasi siaran televisi dari analog ke digital dalam lima tahun akan menambah 118.000 peluang usaha baru.
Baca Juga: Kominfo Upayakan Subsidi Set Top Box Agar Masyarakat Tak Mampu Bisa Akses TV Digital
Siaran televisi digital juga bisa menambah 232.000 lapangan kerja baru dan berkontribusi sekitar Rp77 triliun terhadap penerimaan pendapatan negara. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Apakah Smart TV Perlu STB? Ini 5 Rekomendasi TV Digital yang Murah tapi Berkualitas
-
Mending TV Digital atau Smart TV? Ini 5 Pilihan TV Murah dan Hemat Listrik
-
7 Rekomendasi TV Digital 32 Inch Watt Rendah Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Keluarga
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Huawei Pura 90 Pro Debut 20 April, Andalkan RAM 16 GB dan Chip Kirin Anyar
-
5 Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama: Dijamin Adem Seharian, Anti Gerah DImana pun
-
Pakai Chip iPhone, Performa Gaming Laptop Murah MacBook Neo Lampaui Ekspektasi
-
65 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 April 2026: Raih Skydive Undersea, Doctor Red, dan Topi
-
Spesifikasi Vivo Y31d Pro: HP Baru di Indonesia, Usung Baterai 7.000 mAh dan Fitur Tangguh
-
7 Tablet SIM Card 5G dengan Keyboard Bawaan untuk Kerja Remote
-
Trump Ucap 'Alhamdulillah': Klaim Iran Kalah dan Proses Pembersihan Hormuz Dimulai
-
5 Rekomendasi Tablet dengan Chipset Setara Laptop: Desain Mumpuni, Cocok buat Multitasking
-
Game Crimson Desert, Dapatkan Fitur Boss Rematch dan Pengaturan Kesulitan Anyar
-
7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil