Suara.com - Stephen Hawking adalah salah satu fisikawan teoretis terbesar di zaman modern.
Ia bekerja di ujung tombak intelektual fisika dan teorinya sering tampak aneh pada saat dia merumuskannya.
Namun, teori-teori itu perlahan-lahan diterima oleh para komunitas ilmiah berkat bukti pendukung baru yang muncul setiap saat.
Dilansir dari Space.com, Senin (2/8/2021), mulai dari pandangannya tentang lubang hitam hingga awal mula alam semesta.
Berikut ini empat teori aneh Stephen Hawking yang ternyata terbukti benar:
1. Teori Big Bang
Teori Big Bang yang dicetuskan Hawking bersaing antara teori kosmologi lainnya, yaitu Steady State.
Kedua teori menerima bahwa alam semesta mengembang, tetapi teori Hawking menyebut itu mengembang dari keadaan ultra-compact, super-padat pada waktu yang terbatas di masa lalu.
Sedangkan teori lainnya mengasumsikan alam semesta telah mengembang selamanya, dengan materi baru terus-menerus diciptakan untuk mempertahankan kepadatan yang konstan.
Baca Juga: 5 Film Biografi Terbaik yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi Meraih Mimpi
Dalam tesisnya, Hawking menunjukkan bahwa teori Steady State secara matematis bertentangan dengan diri sendiri.
Sebaliknya, dia berpendapat bahwa alam semesta dimulai sebagai titik yang sangat kecil dan padat yang disebut singularitas.
Teori Big Bang yang dideskripsikan Hawking itu pun hampir diterima secara universal di kalangan ilmuwan.
2. Lubang hitam itu nyata
Nama Hawking juga sering dikaitkan dengan lubang hitam, jenis singularitas lain, yang terbentuk ketika sebuah bintang mengalami keruntuhan total di bawah gravitasinya sendiri.
Keingintahuan matematika ini muncul dari teori relativitas umum Einstein.
Menurut artikel di Nature, kejeniusannya adalah menggabungkan persamaan Einstein dengan persamaan mekanika kuantum.
Mengubah apa yang sebelumnya menjadi abstraksi teoretis menjadi sesuatu yang tampaknya benar-benar ada di alam semesta.
Bukti bahwa teori Hawking mengenai keberadaan lubang hitam muncul pada 2019, ketika Event Horizon Telescope memperoleh gambar langsung dari lubang hitam supermasif, bersembunyi di pusat galaksi raksasa Messier 87.
3. Radiasi Hawking
Lubang hitam mendapatkan namanya karena gravitasinya begitu kuat sehingga foton atau partikel cahaya seharusnya tidak bisa lepas darinya.
Namun, dia menyadari bahwa beberapa foton ini akan tampak terpancar dari lubang hitam.
Sekarang, hal itu disebut sebagai radiasi Hawking, teori tersebut baru-baru ini dikonfirmasi dalam percobaan laboratorium di Institut Teknologi Technion-Israel.
Para ahli menggunakan analog akustik, sebuah "lubang hitam sonik" dari mana gelombang suara tidak dapat melarikan diri.
Mereka mendeteksi radiasi Hawking yang setara persis dengan prediksi fisikawan.
4. Teorema luas lubang hitam
Dalam fisika klasik, entropi atau ketidakteraturan suatu sistem yang hanya dapat bertambah seiring waktu, tidak pernah berkurang.
Bersama dengan Jacob Bekenstein, Hawking mengusulkan bahwa entropi lubang hitam diukur dengan luas permukaan cakrawala peristiwa di sekitarnya.
Penemuan gelombang gravitasi baru-baru ini yang dipancarkan oleh penggabungan pasangan lubang hitam menunjukkan bahwa teori Hawking benar.
Meski begitu, di sisi lain masih ada beberapa teori Hawking yang saat ini belum terbukti.
Teori-teori tersebut antara lain paradoks informasi, lubang hitam purba, multiverse, dugaan perlindungan kronologi, hingga ramalan kiamat.
Berita Terkait
-
Ledakan Paling Kuat di Alam Semesta, Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Langka
-
Ini Terjadi saat Lubang Hitam Bimasakti dan Andromeda Bertabrakan
-
Astronom Temukan Lubang Hitam Supermasif Tertua
-
Astronom Dibuat Bingung, Lubang Hitam Raksasa Ini Hindari Sinyal Deteksi
-
Mengerikan! Ini yang Akan Terjadi jika Jatuh ke Dalam Lubang Hitam
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Juli 2026, Klaim OVR Tinggi dan Star Shards Gratis
-
5 Rekomendasi HP Baterai 6000 mAh Rp1 Jutaan, Awet Seharian untuk Gaming hingga Streaming
-
6 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Terbaik Harga Rp5 Jutaan, Spek dan Performa Juara
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Adu Kamera Samsung S26 Ultra vs Oppo Find X9 Ultra, Mana yang Lebih Cakep?
-
4 HP Samsung Galaxy A Series Termurah Juli 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Harga HP Naik Terus? Ini Waktu Terbaik Ganti HP Baru Menurut David GadgetIn
-
4 HP Redmi Terbaik 2026 Menurut Reviewer Gadget untuk Multitasking hingga Gaming
-
Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship
-
25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium