Suara.com - Hasil riset yang dilakukan oleh PwC Global Consumer Insights Pulse Survey di mancanegara menyatakan bahwa konsumen Indonesia kini lebih sadar lingkungan dalam pengemasan pengiriman.
Retail and Consumer Advisor di PwC Indonesia, Peter Hohtoulas, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (2/9/2021) menambahkan bahwa konsumen Indonesia mengidentifikasi diri sebagai konsumen yang ramah lingkungan, optimistis tentang masa depan dan terus berbelanja secara online.
Dari hasil riset tersebut diketahui bahwa 86 persen konsumen Indonesia secara sadar membeli barang dengan kemasan ramah lingkungan atau mengurangi penggunaan kemasan, atau lebih tinggi dibandingkan dengan negara lainnya seperti Vietnam (74 persen), Filipina (74 persen), dan Mesir (68 persen).
Secara global, studi tersebut mengungkapkan bahwa setengah (50 persen) dari konsumen global mengatakan bahwa mereka telah menjadi lebih ramah lingkungan dalam enam bulan terakhir, dipimpin oleh konsumen Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dan Timur Tengah.
Selain itu, 47 persen konsumen di Indonesia mengatakan pengiriman yang cepat dan andal sebagai atribut terpenting untuk berbelanja daring di Indonesia. Namun, harga tetap mendominasi alasan konsumen Indonesia memilih berbelanja daring.
Pada tahun 2021 pula, 79 persen konsumen Indonesia secara aktif berbelanja untuk mendukung bisnis independen lokal, 60 persen konsumen mengatakan bahwa mereka akan berbelanja lebih banyak dalam enam bulan ke depan dan sekitar 50 persen konsumen optimis tentang masa depan.
Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa pekerja rumahan memiliki kebiasaan berbelanja yang sedikit berbeda dari mereka yang bekerja terutama di luar rumah.
Hasil lainnya menunjukkan bahwa sebanyak 62 persen pekerja rumahan mengatakan mereka membeli dari perusahaan yang sadar dan mendukung perlindungan lingkungan; 61 persen pekerja rumahan membeli produk dengan kemasan ramah lingkungan atau yang mengurangi penggunaan kemasan; dan 61 persen pekerja rumahan membeli lebih banyak produk yang biodegradable atau ramah lingkungan.
Sedangkan setengah (50 persen) dari mereka yang umumnya tidak bekerja di rumah membeli dari perusahaan yang sadar dan mendukung perlindungan lingkungan; 55 persen dari mereka yang bekerja di luar rumah membeli produk dengan kemasan ramah lingkungan atau yang mengurangi penggunaan kemasan; dan 50 persen dari mereka yang bekerja di luar rumah membeli lebih banyak produk yang biodegradable atau ramah lingkungan.
Baca Juga: Soal Belanja Online, Siapa Favorit E-Commerce Orang Indonesia?
"Evolusi perilaku konsumen yang lebih digital dan ramah lingkungan adalah bukti bagaimana pandemi mengubah bisnis industri konsumen," kata Global Consumer Markets Leader PwC France, Sabine Durand-Hayes.
Sebelumnya, pegiat lingkungan hidup sekaligus pendiri The Earthkeeper Indonesia Teguh Handoko mengajak masyarakat untuk kritis sebelum membeli produk atau jasa yang diklaim sebagai produk ramah lingkungan.
"Kita sebagai konsumen harus betul-betul kritis sebelum melakukan pembelian, apakah produk barang dan jasa yang kita akan beli ini betul-betul ramah lingkungan atau greenwashing belaka," ujar Teguh dalam peluncuran "Ngopi Membumi", Kamis (19/8).
Greenwashing adalah istilah dalam strategi komunikasi atau pemasaran untuk memberikan citra yang ramah lingkungan, baik dari segi produk, nilai, maupun tujuan perusahaan tanpa benar-benar melakukan kegiatan yang berdampak bagi kelestarian lingkungan.
Berita Terkait
-
Apa Itu Lemomo? Platform E-commerce Blind Box yang Mulai Ramai di Indonesia
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Terjepit Banjir dan Tren Belanja Online, Nestapa Pedagang Pasar Cipulir Menjelang Idulfitri
-
Checkout Tanpa Mikir? Ini Strategi Lawan Adiksi Belanja Online saat Ramadan
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
30 Kode Redeem FF 18 Maret 2026: Rahasia Gacha SG Lumut Cuma Modal Promo Diskon Harian
-
20 Kode Redeem FC Mobile 18 Maret 2026: Bocoran Event Top Duos dan TOTS OVR 119 Menanti di April
-
4 Cara Menggunakan 2 Akun WhatsApp di Satu HP, Praktis dan Anti-Ribet!
-
34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Maret 2026, Klaim Paket Acak Gratis
-
Vivo T5x Rilis dengan Dimensity 7400 dan Skor AnTuTu Tinggi, Bersiap Masuk ke Indonesia?
-
HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh
-
iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo
-
Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro
-
Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal
-
Daftar Full Roster 9 Tim MPL ID Season 17 Terlengkap, Main Sebentar Lagi