Suara.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menyebutkan perlu perhatian serius untuk persiapan untuk dekomisioning atau penghentian operasi secara tetap pada reaktor nuklir Triga 2000 di Bandung, Jawa Barat.
"Para peneliti yang selama ini bekerja di Kawasan Nuklir Bandung dan memanfaatkan reaktor harus tetap eksis dengan memanfaatkan reaktor yang ada di Puspiptek, bila nantinya reaktor Triga didekomisioning," kata Handoko dalam keterangan di Jakarta, Kamis (10/1/2021).
Reaktor Triga 2000 yang dibangun sejak 1965 dapat dikatakan sudah tua, meskipun telah dilakukan berbagai revitalisasi pada beberapa komponennya. Pada saatnya nanti, reaktor itu harus didekomisioning.
Handoko menuturkan jika Triga didekomisioning, tidak berarti semua peneliti yang selama ini bekerja di Kawasan Nuklir Bandung di Jawa Barat harus pindah ke Kawasan Nuklir Serpong di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Kegiatan penelitian tetap berlangsung di mana saja dan apabila membutuhkan reaktor maka para peneliti tersebut dapat melakukan kegiatannya di Kawasan Nuklir Serpong.
Kepala BRIN mengatakan perlu dibuatkan perencanaan yang matang baik dari sisi anggaran maupun pemanfaatannya pasca didekomisioning.
Saat ini reaktor Triga 2000 yang berkapasitas 2MW dioperasikan pada daya 400kW untuk melayani kegiatan penelitian khususnya di bidang lingkungan dan kesehatan.
Untuk mengoperasikan reaktor, Handoko menuturkan perlu dipertimbangkan biayanya agar mendapatkan hasil yang maksimal.
"Dalam mengoperasikan fasilitas nuklir berupa reaktor, perlu mempertimbangkan cost benefit agar efektif dan efisien. Apalagi bila ke depan akan dilakukan revitalisasi terhadap reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy, maka diharapkan semua kegiatan penelitian yang memanfaatkan reaktor dapat dipusatkan di Kawasan Nuklir Serpong," ujarnya.
Baca Juga: IPB dan BRIN Ciptakan Mesin Konsentrator Oksigen
Handoko mengatakan kegiatan penelitian harus dijalankan secara rasional dan tidak merugikan negara. Oleh karena itu, melalui pemetaan sumber daya manusia (SDM) diharapkan para peneliti atau SDM ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memilih tempat bekerja sesuai dengan bidang kegiatan penelitiannya. [Antara]
Berita Terkait
-
Sumbang 27 Persen Luas Karhutla Nasional, Kalimantan Barat Jadi Percontohan Peta Risiko Baru
-
Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan
-
BRIN Kembangkan Teknologi untuk Pulihkan Lahan Bekas Tambang, Seberapa Efektif?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
KAI dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Teknologi ATP untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta