Suara.com - Platform kredit digital Kredivo terus mengadakan literasi keuangan bagi anak muda, bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan yang diadakan Otoritas Jasa Keuangan setiap Oktober.
"Sebagai pelaku industri ekonomi keuangan digital, kami melihat potensi yang besar dari generasi muda yang melek keuangan bagi pertumbuhan ekonomi," kata General Manager Kredivo, Lily Suriani, saat acara webinar "Generasi Djempolan" untuk anak muda di Bandung, Jumat (8/10/2021).
Kredivo membidik anak muda agar paham tentang layanan keuangan digital karena hampir 50 persen pengguna mereka adalah generasi milenial dan Z. Di Bandung, pengguna Kredivo mayoritas berusia 20-24 tahun dan 25-29 tahun.
"Di Bandung sendiri, generasi muda memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal, melalui industri kreatif. Oleh karena itu, di tengah kompetisi yang semakin ketat, daya saing pelaku industri kreatif di kota ini harus senantiasa ditingkatkan," kata Lily.
Literasi keuangan dipandang penting karena Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK pada 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan baru mencapai 38,03 persen, sementara indeks inklusi keuangan 76,19 persen.
Pandemi virus corona membuat masyarakat mulai memanfaatkan teknologi, termasuk layanan keuangan digital.
Survei Indonesia e-Conomy SEA 2020 dari Google, Temasek dan Bain Company, yang dikutip Kredivo, menunjukkan ada 37 persen pengguna yang baru menggunakan layanan ekonomi digital saat pandemi.
Hampir semua dari mereka, 93 persen, akan terus menggunakan sekurang-kurangnya satu layanan digital.
Kredivo melihat sejak pandemi, masyarakat mengurangi belanja produk non-pokok dan beralih ke produk yang meningkatkan produktivitas.
Baca Juga: Enam Kiat Agar Terhindar dari Jerat Pinjol Ilegal
Data Kredivo untuk penggunaan layanan mereka di Bandung, Jawa Barat, menunjukkan pengguna paling banyak menggunakan layanan tersebut untuk membeli pulsa dan kupon elektronik, diikuti alat elektronik dan fesyen.
Kredivo juga memiliki layanan pinjaman, yang banyak digunakan untuk modal usaha, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan pendidikan. [Antara]
Berita Terkait
-
Menabung di Zaman Edan: Antara Pilihan Hidup dan Tuntutan Perut
-
Tarik Tunai Tanpa Kartu Kini Gratis, Akses Saldo Digital Makin Mudah
-
Edukasi Keuangan Bank Jago Ajak Keluarga di Bali Lebih Bijak Kelola Uang
-
Ketum TP PKK Ajak Para Pengurus & Kader PKK Pahami Pentingnya Literasi Keuangan di Tingkat Keluarga
-
Layanan Keuangan Makin Digital, Ini Kemudahan yang Bisa Dinikmati Masyarakat
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
Terkini
-
Game Lokal Maple Haven City Rush Buka Pre-Registrasi, Rilis 21 Juli 2026
-
Harga RAM Global Diperkirakan Terus Melonjak Sepanjang 2026, Tahun Depan Makin Parah?
-
4 HP dengan Baterai Badak 8000 mAh Lebih, Layar AMOLED 144 Hz Kuat 2 Hari Tanpa Cas
-
Harga HP Terus Naik, Ini 4 Pilihan Terbaru Rp1 Jutaan dengan Performa Mantap
-
4 Rekomendasi HP Murah dengan Fitur NFC, Mudahkan Top-Up E-Toll
-
WhatsApp Segera Luncurkan Username, Pengguna Tak Lagi Perlu Bagikan Nomor Telepon
-
Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara
-
5 Rekomendasi Wireless Charger untuk Semua HP, Awet dan Praktis Tanpa Kabel
-
5 Cara Menyambungkan HP ke TV Tanpa Kabel, Nonton Makin Seru
-
Krisis Biokultural Mengancam Indonesia: Saat Bahasa dan Ritual Penjaga Alam Mulai Punah