Suara.com - Pelanggan Google Cloud akan diberi informasi tentang emisi karbon dari penggunaan layanan komputasi awan mereka dan akan mendapat akses ke citra satelit untuk analisis lingkungan.
Mengutip Reuters, Rabu (13/10/20210 upaya ini adalah sebagai bagian dari dorongan untuk membantu perusahaan melacak dan memotong anggaran karbon.
Fitur-fitur baru tersebut termasuk di antara pengumuman yang dibuat Google Cloud pada hari Selasa (12/10/2021) waktu setempat untuk memulai konferensi pelanggan tahunannya, yang diadakan secara virtual tahun ini karena pandemi.
Penyedia cloud terkemuka seperti Google, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc telah bersaing dalam penawaran teknologi mereka yang keberlanjutan selama bertahun-tahun.
Mereka bertujuan untuk melayani perusahaan yang berada di bawah tekanan dari pemangku kepentingan untuk memikirkan kembali operasi sehubungan dengan perubahan iklim.
Alat pelaporan jejak karbon baru Google, serupa dengan yang telah disediakan Microsoft, menunjukkan emisi yang terkait dengan listrik yang digunakan untuk menyimpan dan memproses data pelanggan.
Selain itu, Google sekarang akan memperingatkan pelanggan ketika mereka membuang-buang energi untuk layanan cloud yang tidak aktif.
Penawaran pemetaan baru, Google Earth Engine, telah digunakan oleh puluhan ribu peneliti, pemerintah, dan kelompok advokasi sejak 2009. Namun, Google sekarang mengizinkan bisnis dalam layanan tersebut, yang mencakup banyak kumpulan data geospasial besar seperti Landsat dan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk menganalisis. Amazon memiliki inisiatif serupa.
"Ini adalah sesuatu yang sekarang kami sadari dapat diterapkan pada banyak peluang komersial ini," kata direktur teknis di Google Cloud, Jen Bennett.
Baca Juga: Indonesia Targetkan Pangkas Emisi Karbon 29 Persen secara Mandiri
Menurut Google, Earth Engine dapat membantu memastikan rantai pasokan berkelanjutan dan memprediksi tantangan operasi dari cuaca ekstrem.
Unilever Plc, yang menguji teknologi selama 12 bulan terakhir, meneliti sumber minyak sawitnya di Indonesia, meskipun tidak dapat dipelajari apakah hal itu menyebabkan perubahan praktik. [Antara]
Berita Terkait
-
Emisi Karbon Terus Naik, Bisakah CO2 Diubah Jadi Produk Berguna?
-
BRI Konsisten Perkuat Operasional Perbankan Hijau dan Tekan Emisi Karbon
-
Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?
-
Google dan Komdigi Gaspol Kembangkan Startup AI Indonesia, 63 Perusahaan Dapat Akses Google Cloud
-
Menuju Net Zero Emission, Indonesia Siapkan Ekosistem Carbon Capture
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
5 Rekomendasi Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan, Baterai Awet dan Cocok untuk Belajar
-
7 HP Rp2 Jutaan Kamera 108MP dengan Stabilizer, Hasil Jepretan Jernih Mirip iPhone
-
5 HP Oppo Chip Snapdragon Harga Rp1 Jutaan, Spek Kencang Tak Cepat Panas
-
2 HP Murah Realme Bersiap ke Indonesia dan Thailand, Bawa Baterai 7.000-7.500 mAh
-
Bocoran Harga Tablet Gaming Redmi 2026: Usung Chip Flagship Dimensity dan Layar 165 Hz
-
Perkumpulan Developer Game Bertemu Komdigi, Bahas Keresahan Tentang RC di IGRS
-
Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal
-
Performa Oppo Pad Mini Terungkap di Geekbench: Usung RAM 12 GB, Spek Lampaui iPad
-
5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah Terbaik 2026, Lancar buat Tugas Word, Excel, dan Powerpoint