Suara.com - Peneliti klimatologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengatakan beberapa daerah di Indonesia perlu mewaspadai potensi hujan deras yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor pada Oktober 2021.
Wilayah yang perlu dipantau tersebut adalah Aceh, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku bagian selatan (sekitar Ambon) dan daerah pegunungan Papua.
"Daerah-daerah ini mempunyai probabilitas sangat tinggi untuk mendapat curah hujan deras yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor," kata Erma yang merupakan peneliti di Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer BRIN dalam keterangan yang diunggah di Instagram Lapan di Jakarta, Jumat (15/10/2021).
Erma menuturkan pada Oktober 2021 sebagian besar wilayah Indonesia kemungkinan besar sudah memasuki musim hujan. Kemungkinan besar terjadi angin kencang dan gelombang laut di Laut Arafura dan Laut Banda, sedangkan di Laut Jawa mempunyai kemungkinan yang kecil.
Sedangkan pada November 2021 sebagian wilayah Jawa mulai memasuki musim hujan. Sedangkan pada Desember 2021 Nusa Tenggara akan memasuki musim hujan.
Erma mengatakan hujan di barat Indonesia mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Agustus dan rata-rata hujan bulan September. Hal itu juga dibuktikan dengan konsentrasi uap air yang tinggi di barat Indonesia.
Konsentrasi kelembapan di barat Indonesia dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO).
Gelombang MJO yang menjalar dari barat ke timur yang bertemu dengaan gelombang Mixed Rossby Gravity (MRG) dari timur ke barat selanjutnya berperan menggeser konsentrasi hujan dari Kalimantan ke Sulawesi dan menimbulkan banjir yang meluas di wilayah Sulawesi menjelang akhir September 2021.
Musim hujan di wilayah Indonesia diperkirakan berlangsung hingga Maret 2022. [Antara]
Baca Juga: DKI Siapkan Tempat Pengungsian Korban Banjir Sesuai Prokes
Berita Terkait
-
Potret Akses Pendidikan di Aceh Barat, Guru dan Siswa Seberangi Sungai Lewat Kabel Baja
-
Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?
-
Sirene di Tepi Kali: Ketika Warga Pondok Labu Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir Sendiri
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL