Dengan demikian insang mereka berevolusi untuk memasukkan jaringan seperti paru-paru, memungkinkan mereka untuk bernapas baik di dalam maupun di luar air.
Tetapi Cretapsara tidak memiliki jaringan paru-paru. Hal ini menunjukkan bahwa hewan itu tidak sepenuhnya tinggal di darat.
“Sekarang kami berurusan dengan hewan yang kemungkinan bukan laut, tetapi juga tidak sepenuhnya terestrial,“ ujar Dr Luque.
Dalam catatan fosil, kepiting non laut berevolusi 50 juta tahun yang lalu, tetapi usia hewan ini dua kali lipat.
Pemodelan silsilah keluarga menunjukkan bentuk-bentuk yang tampak seperti kepiting muncul pada nenek moyang paling baru lebih dari 100 juta tahun lalu.
Cretapsara menjembatani kesenjangan dan menegaskan bahwa mereka benar-benar menginvasi tanah dan air tawar selama dinosaurus daripada era mamalia.
Dilansir laman Independent, Kamis (21/10/2021), temuan ini mendorong evolusi kepiting non-laut lebih jauh ke masa lalu.
Dengan lebar hanya seperlima inci, Cretapsara adalah spesies amfibi atau air tawar remaja.
Itu mungkin hewan semi-terestrial yang bermigrasi ke darat dari air.
Baca Juga: Lubang Besar Ditemukan di Es Terakhir Kutub Utara
Fenomena ini disamakan dengan kepiting merah modern yang ikonik di mana induk kepiting darat melepaskan bayinya ke laut.
Mereka kemudian berkerumun keluar dari air kembali ke daratan di Pulau Christmas di Samudera Hindia.
Cretapsara, yang dijelaskan dalam Science Advances, juga bisa menjadi pemanjat pohon, seperti kelompok hidup keturunan tanah tropis.
Dikenal sebagai Sesarmidae, mereka pertama kali muncul 15 juta tahun lalu selama Miosen.
“Kepiting Miosen ini benar-benar kepiting yang tampak modern dan, sebagai kerabat mereka yang masih ada, mereka hidup di pepohonan di kolam kecil air,“ kata Dr Luque.
Kepiting arboreal ini bisa terjebak di damar pohon hari ini, tapi apakah itu menjelaskan mengapa Cretapsara diawetkan dalam damar?
Berita Terkait
-
Ilmuwan Harvard Sebut Penuaan Adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan, Bagaimana Caranya?
-
Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona
-
Ilmuwan Harvard: Usai Tua adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan
-
CEK FAKTA: Benarkah Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting Membahayakan?
-
Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
30 Kode Redeem FF 18 Maret 2026: Rahasia Gacha SG Lumut Cuma Modal Promo Diskon Harian
-
20 Kode Redeem FC Mobile 18 Maret 2026: Bocoran Event Top Duos dan TOTS OVR 119 Menanti di April
-
4 Cara Menggunakan 2 Akun WhatsApp di Satu HP, Praktis dan Anti-Ribet!
-
34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Maret 2026, Klaim Paket Acak Gratis
-
Vivo T5x Rilis dengan Dimensity 7400 dan Skor AnTuTu Tinggi, Bersiap Masuk ke Indonesia?
-
HP Murah Anyar, Oppo A6s 5G Usung Baterai Jumbo 6.500 mAh
-
iQOO Z11 Lite 5G Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Murah dengan Baterai Jumbo
-
Bocoran Xiaomi 18 Pro, Baterai 7000mAh Siap Kalahkan iPhone 18 Pro
-
Google Gemini Gantikan Assistant, Fitur Personal Intelligence Bikin AI Lebih Personal
-
Daftar Full Roster 9 Tim MPL ID Season 17 Terlengkap, Main Sebentar Lagi