Suara.com - Kepiting tertua yang pernah terperangkap dalam damar selama 100 juta tahun, telah ditemukan oleh para ilmuwan.
Kepiting ini berasal dari zaman dinosaurus dan merupakan 'mata rantai yang hilang' dalam evolusi.
Krustasea kecil diyakini sebagai nenek moyang kepiting merah saat ini, yang bermigrasi dalam jutaan ke lautan untuk berkembang biak.
Tubuhnya terpelihara dengan sempurna, termasuk cakar, cangkang, mata melotot, dan insangnya.
Seperti ikan, kepiting menggunakan organ pernapasan untuk menyerap oksigen dari air.
Penulis utama Dr Javier Luque, dari Universitas Harvard, Boston, mengatakan, spesimennya spektakuler, ini adalah salah satu dari jenisnya.
"Ini benar-benar lengkap dan tidak ada sehelai rambut pun di tubuhnya, yang luar biasa," ungkapnya.
Kepiting tertua ini dinamai Cretapsara athanata, yang diterjemahkan sebagai 'roh abadi dari awan dan air'.
Ini adalah kepiting paling utuh dalam catatan fosil. Itu hidup di darat dan di laut.
Baca Juga: Lubang Besar Ditemukan di Es Terakhir Kutub Utara
"Semakin kami mempelajarinya, semakin kami menyadari bahwa hewan ini sangat istimewa dalam banyak hal," kata Dr Luque.
Cretapsara tampak sangat modern, menyerupai beberapa keturunan pantai yang ditemukan saat ini.
Pemakamannya di resin pohon yang lengket memberi cahaya segar pada evolusi kepiting.
Sebagian besar selama era Kapur pertengahan tampak sangat berbeda.
Insang yang berkembang dengan baik menunjukkan gaya hidup akuatik atau semi-akuatik. Kepiting dalam damar jarang ditemukan.
Mereka telah menaklukkan darat dan laut setidaknya 12 kali sejak dinosaurus menghilang 66 juta tahun lalu.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Harvard Sebut Penuaan Adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan, Bagaimana Caranya?
-
Lagi, WHO Buat Tim Cari Asal-usul Virus Corona
-
Ilmuwan Harvard: Usai Tua adalah Penyakit dan Bisa Disembuhkan
-
CEK FAKTA: Benarkah Mengonsumsi Susu dan Pisang Setelah Makan Kepiting Membahayakan?
-
Waduh! Pluto Mulai Kehilangan Atmosfer
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek