Suara.com - Gerhana bulan sebagian yang terjadi Jumat besok (19/11/2021) merupakan salah satu fenomena langit menarik nan langka. Para astronom mengatakan gerhana bulan itu merupakan yang terlama dalam sekitar 600 tahun terakhir
"Gerhana Bulan Sebagian 19 November akan berlangsung selama 6 jam dan merupakan gerhana dengan total durasi terpanjang selama hampir enam abad," tulis astronom Avivah Yamani di Langit Selatan.
Ia mengatakan total durasi gerhana bulan besok berlangsung selama sekitar 6 jam. Durasi gerhana sebagian itu sendiri, ketika Bulan masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi, sekitar 3,5 jam.
Berikut adalah 5 fakta gerhana bulan sebagian besok:
1. Paling lama dalam 600 tahun
Gerhana bulan sebagian yang terjadi besok disebut sebagai yang paling lama dalam 600 tahun terakhir. Avivah menjelaskan bahwa secara keseluruhan gerhana bulan Jumat akan berlangsung selama 6 jam 1 menit 29 detik.
Ini adalah gerhana bulan sebagian paling lama sejak 18 Februari 1440. Gerhana bulan sebagian dengan durasi setara diprediksi terjadi pada 30 November 2039, yang akan berlangsung 2 menit lebih pendek.
2. Berlangsung hanya 2 jam di Indonesia
Meski akan menjadi yang terlama di dunia, gerhana bulan sebagian besok hanya akan bisa diamati selama maksimal 2 jam 20 menit di Indonesia. Itu pun hanya mereka yang berada di Papua yang bisa menikmatinya.
Andi Pangerang, peneliti di Pusat Riset Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan puncak gerhana bulan sebagian besok tak bisa diamati dari Bumi Nusantara bagian barat.
- Andi menuturkan gerhana bulan diawali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00.20 WIB. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal penumbra dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
- Fase gerhana bulan selanjutnya adalah awal sebagian yang terjadi pukul 14.18.21 WIB. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal sebagian karena Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
Puncak gerhana bulan sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB. Wilayah yang dapat menyaksikan fase puncak gerhana bulan sebagian antara lain Provinsi Papua Barat (kecuali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat), Provinsi Papua dan sebagian provinsi Maluku (Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara/Kepulauan Kei, Kabupaten Kepulauan Aru). - Fase akhir sebagian terjadi pada pukul 17.47.23 WIB. Wilayah yang dapat menyaksikan fase ini antara lain Pulau Papua, Kepulauan Maluku, Sulawesi, Kalimatan, Nusa Tenggara, Pulau Madura, Bali dan Jawa (kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat).
- Fase akhir sebagian juga dapat disaksikan oleh masyarakat di sebagian Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan Natuna dan Kepulauan Anambas) dan Provinsi Bangka Belitung (kecuali Kabupaten Bangka Barat).
- Fase akhir penumbra terjadi pada pukul 19.05.28 WIB. Seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan fase akhir penumbra ini.
3. Gerhana bulan terakhir
Andi juga mengatakan bahwa gerhana bulan sebagian yang terjadi besok adalah yang ketiga pada 2021. Sebelumnya sudah terjadi gerhana bulan total pada 26 Mei lalu dan gerhana matahari cincin di 10 Juni, yang tak bisa diamati dari Indonesia.
Baca Juga: Besok Gerhana Bulan di Kepri, Dapat Dilihat pada Waktu Ini
Gerhana terakhir tahun ini, yakni gerhana matahari sebagian akan terjadi pada 4 Desember. Sayang fenomena ini tak bisa diamati dari Tanah Air.
Berita Terkait
-
Australia Jadi Sorotan Dunia Berkat Munculnya Gerhana Bulan Darah
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Sediakan 6 Teleskop, Planetarium Jakarta Ajak Warga Amati Gerhana Bulan Total
-
Tata Cara Salat Gerhana Sendiri di Rumah, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
-
Salat Gerhana 3 Maret 2026 Jam Berapa? Simak Tata Cara Pelaksanaannya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah