Suara.com - Minggu ini Kantor Federal Jerman Keamanan Informasi (BSI) mengeluarkan peringatan tentang produk Kaspersky, menyebutkan potensi risiko keamanan TI bagi mereka yang menggunakan produk dan solusi Kaspersky.
"Saya dapat mengatakan bahwa klaim ini adalah spekulasi yang tidak didukung oleh bukti objektif apa pun atau menawarkan detail teknis," tegas CEO Kaspersky Eugene Kaspersky melalui keterangan resminya, Selasa (22/3/2022).
Alasannya sederhana, dia menambahkan, tidak ada bukti penggunaan atau penyalahgunaan Kaspersky untuk tujuan berbahaya yang pernah ditemukan dan dibuktikan dalam sejarah perusahaan selama dua puluh lima tahun.
"Tanpa bukti tersebut, saya hanya dapat menyimpulkan bahwa keputusan BSI dibuat atas dasar politik semata," katanya.
Dia menilai, sungguh ironis bahwa organisasi yang mengadvokasi objektivitas, transparansi, dan kompetensi teknis, memutuskan atau terpaksa membatalkan prinsipnya secara harfiah dalam semalam.
"Kaspersky, mitra lama, dan kontributor BSI, serta industri keamanan siber Jerman, hanya diberi waktu beberapa jam untuk mengatasi tuduhan palsu dan tidak berdasar ini," ungkap Eugene.
Meskipun ada panggilan terus-menerus dari Kaspersky untuk melakukan audit mendalam terhadap kode sumber, pembaruan, arsitektur, dan proses di Pusat Transparansi Kaspersky di Eropa, BSI tidak pernah melakukannya.
Menurutnya, keputusan ini juga dengan mudah menghilangkan fakta bahwa Kaspersky telah bertahun-tahun memelopori transparansi yang lebih besar.
"Itulah mengapa saya menganggap keputusan BSI sebagai serangan yang tidak beralasan dan tidak adil terhadap perusahaan saya dan khususnya terhadap karyawan Kaspersky di Jerman dan Eropa," jelas dia.
Baca Juga: Usai Jerman, Italia Batasi Penggunaan Antivirus Kaspersky dari Rusia
Lebih penting lagi, ini juga merupakan serangan terhadap basis konsumen besar di Jerman yang mempercayai Kaspersky, yang dua minggu lalu dianugerahi sebagai penawaran keamanan terbaik (oleh AV-Test).
"Pesan saya kepada BSI, yang sekarang tampaknya menghindari kontak dengan tim Jerman kami, sederhana saja: kami menganggap keputusan ini tidak adil dan benar-benar salah," tutup Eugene.
Berita Terkait
-
Kaspersky Gagalkan Hampir 43 Juta Ancaman Online Pengguna di Indonesia pada 2021
-
Tips Kencan Online Aman di Hari Valentine
-
Meski Keamanan Ditingkatkan, Penggunaan Aplikasi Kencan Masih Khawatir Dikuntit
-
6 Celah Keamanan Siber pada Startup
-
Survei: 1 dari 2 Orang di Asia Tenggara Kehilangan Uang karena Penipuan Kencan Online
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru