Suara.com - Senior Vice President UniPin Community, Debora Imanuella mengaku kalau tantangan perkembangan esports di Indonesia berasal dari kalangan orang tua. Alasannya, mereka masih memiliki stigma negatif tentang game.
"Tantangan esports di Indonesia adalah orang tua, karena stigma mereka masih negatif terkait game," kata Debora dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/3/2022).
Ia menyebut kalau banyak orang tua menilai esports di Indonesia adalah sekadar main game. Padahal, katanya, esports tidak sesempit itu.
Untuk itulah, UniPin terus melakukan edukasi ke komunitasnya yang dikenal sebagai UNITY. Menurutnya, main game juga harus memiliki sebuah tujuan.
"Kami terus mengedukasi bahwa main game itu harus punya tujuan. Entah itu menjadi atlet, bekerja di balik layar, dan lainnya. Sebab dari game, anak-anak bisa sukses, bisa cari uang sendiri, punya jiwa kompetitif, dan lainnya," terang Debora.
Senada dengan Debora, Ajeng Raviando selaku Psikolog juga menyebut hal serupa. Menurutnya, banyak orang tua yang masih belum mengerti terkait sesuatu yang positif dari esports ataupun game yang dimainkan anaknya.
Alasan utamanya adalah kesenjangan generasi. Faktor lainnya adalah munculnya pandemi yang membuat aktivitas kini beralih ke online.
"Misal orang tua itu dari generasi X, punya anak generasi Z. Mereka kadang tidak paham apa yang anak-anaknya lakukan. Orang tua seringkali memiliki stigma negatif terkait aktivitas anaknya. Padahal selama pandemi, anak-anak beraktivitas online seperti pendidikan, belajar bersama teman-teman, semua lewat online," kata dia di sesi terpisah.
"Contohnya esports, dinilai buang-buang waktu, tidak produktif. Itu dinilai hanya dikarenakan anak-anak kita berada di depan layar gadget," sambung Ajeng.
Baca Juga: Ikuti Tren, Berikut 10 Klub Sepak Bola Top Dunia yang Bikin Tim Esports
Untuk itulah, stigma negatif terkait esports masih perlu dibenahi. Dengan demikian, aktivitas anak-anak di ranah tersebut bisa jadi sesuatu yang baik.
"Kalau orang tua tidak diedukasi esports itu apa, maka mereka akan menyimpulkan kalau esports adalah game saja. Padahal esports adalah kompetisi, analisa yang baik, kerja sama tim, melatih kemampuan strategi, dan pengambilan keputusan," jelas dia.
Berita Terkait
-
Paris Jadi Tuan Rumah Esports World Cup 2026
-
Lika-liku Perempuan Menembus Esports Profesional di Falling Into Your Smile
-
RRQ Juara Delta Force National Championship Season 2, Sapu Bersih Turnamen Tanpa Kekalahan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
Strategi PB ESI Siapkan Timnas Indonesia untuk Ajang Global ENC 2026
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya