Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui program Digital Talent Scholarship (DTS) 2022 menggelar pelatihan keamanan siber, cybersecurity bagi para generasi muda.
"Program ini ditujukan untuk memberikan upskilling serta reskilling di bidang digital untuk memenuhi kebutuhan SDM dalam memasuki era industry 4.0, dengan sinergisitas triple helix yang merupakan sinergi antara pemerintah, dunia industri maupun akademisi," kata Eyla A. Maranny Ketua Sub Pokja Fresh Graduate Academy (FGA) Digital Talent Scholarship 2022 Kominfo dalam keterangannya, Jumat (1/4/2022).
Program DTS itu akan berkontribusi mewujudkan 200.000 target talenta digital pemerintah untuk tahun 2022. Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, produktivitas, profesionalisme SDM bidang teknologi informasi dan komunikasi bagi angkatan kerja muda Indonesia, masyarakat umum, dan aparatur sipil negara melalui pelatihan intensif dan sertifikasi global di keamanan siber.
"Pelatihan gratis tersebut akan memberikan sertifikasi bertaraf internasional secara gratis kepada para peserta. Pelatihan diberikan selama kurang lebih dua bulan dan mendapatkan kesempatan sertifikasi global Comptia Linux+. Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh pihak Mastercard Academy dalam pemenuhan kebutuhan SDM digital Indonesia," kata Eyla.
Proses seleksi menjaring 500 pendaftar, 250 peserta dari seluruh Indonesia kalangan pelajar/mahasiswa tingkat akhir dan lulusan sarjana/diploma yang sedang mencari pekerjaan terpilih jadi peserta.
Melalui program Cybersecurity Training diharapkan mampu membekali peserta mengenai kompetensi bidang Cybersecurity serta kesempatan untuk mengikuti sertifikasi internasional bidang Cybersecurity. Peserta akan dilatih secara intensif selama enam minggu materi Linux+ dan Security+ kemudian akan mengikuti sertifikasi serta job channeling untuk memperluas kesempatan mereka dalam mendapatkan pekerjaan sesuai bidang IT/Cybersecurity.
Pada Kamis (24/3) telah dilaksanakan pembukaan Cybersecurity Training Sub-Batch 1 2022 untuk kategori peserta Digital Talent Scholarship.
World Bank memprediksi bahwa pada tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan 9 juta talenta digital nasional untuk mampu berkompetisi secara global. Hal ini sejalan dengan berkembangnya era digital di Indonesia.
Dalam laporannya, McKinsey mencatat isu Keamanan Siber menjadi satu dari lima strategi kunci yang menjadi ujung tombak pertumbuhan dan efisiensi yang diperlukan Indonesia untuk bertahan dalam era digital. Namun pada kenyataannya, keamanan siber di Indonesia masih rentan diretas. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada 2021 mencatat telah terjadi serangan siber di Indonesia setidaknya sebanyak 994.581.569 kali.
Baca Juga: Google Beli Perusahaan Keamanan Siber Mandiant Seharga Rp 77 Triliun
Berita Terkait
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Berkolaborasi Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
AS Selidiki Keterlibatan Peretas Iran dalam Serangan Siber Fasilitas Air Minnesota
-
Cara Baru Jaring Talenta Keamanan Siber lewat Turnamen Esports
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel