Suara.com - Platform e-commerce Blibli optimis bahwa aktivitas belanja bahan pokok secara online yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia selama pandemi Covid-19 tetap berlanjut, meskipun pandemi selesai nanti.
Chief Marketing Officer Blibli, Edward Kilian Suwignyo menyampaikan, hal ini bisa dilihat dari aktivitas belanja konsumen saat melakukan transaksi online di Blibli.
"Jadi ketika orang-orang sudah masuk dan belanja, nah mereka kembali lagi. Mereka membeli item dan size yang lebih banyak," papar Edward dalam konferensi pers virtual bersama Google, Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, hal ini jadi satu indikasi yang jelas bagaimana konsumen bisa merasakan value berbelanja kebutuhan pokok online.
Sehingga mereka yang awalnya belanja offline di banyak tempat, kini jadi online di hanya satu tempat.
"Nah ini indikasi yang jelas. Dengan frekuensi yang naik, otomatis ini jadi bagian hidup sehari-hari. Ketika sudah sehari-hari, maka itu jadi tren yang berkelanjutan," ujar Edward.
Ia juga mengakui kalau salah satu faktor pendorong belanja kebutuhan sehari-hari adalah kecepatan.
Alasannya, barang seperti makanan dan minuman cenderung lebih cepat basi apabila dikirimkan terlalu lama.
Untuk itulah Blibli memiliki layanan bernama '2 jam sampai' yang memastikan barang konsumen sampai dua jam setelah transaksi selesai.
"Kalau di Blibli kami ada layanan 2 jam sampai. Jadi sejak dibayar, konsumen bisa mengetahui kapan barangnya dikirim. Nah mereka punya kepastian kalau dua jam barangnya pasti sampai," ungkapnya.
Baca Juga: Biar Gak Zonk, Ini 3 Tips Beli Baju Lebaran via Olshop
Lebih lanjut, ia percaya kalau omnichannel groceries merupakan tahap lanjutan atas metode berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Pelanggan dapat merasakan pengalaman yang seamless baik secara online maupun offline, juga mendapatkan produk yang dibutuhkan langsung di lokasi mereka berada.
“Untuk itu, infrastruktur, rantai pasok, juga logistik yang terintegrasi memegang peranan penting dalam memberikan nilai tambah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, mulai dari menghadirkan pilihan produk berkualitas dan lengkap, harga kompetitif, hingga pengiriman cepat," pungkas dia.
Berita Terkait
-
Begini Cara Aplikasi Belanja Online Pastikan Barang Branded yang Dijual 100 Persen Asli
-
4 Tips Membeli di Shopee Supaya Mendapatkan Produk Sesuai Keinginan
-
Survei Sebut Belanja Baju Meningkat Jelang Ramadhan
-
Ini 4 Tips Aman Berbelanja Online, yang Hobi Buka Online Shop Wajib Paham
-
Curhat Wanita Mau Beli Sepatu Mahal, Malah Kena Tipu karena Tergiur Harga di Situs Palsu
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan