"[Kami menemukan] bukti untuk korelasi tinggi antara gempa bumi besar di seluruh dunia dan kepadatan proton di dekat magnetosfer, karena angin matahari," tulis para peneliti, yang dipimpin oleh Vito Marchitelli, pakar analisis satelit di Universitas Basilicata di Potenzo, Italia. dalam studi.
"Hasil ini sangat penting untuk penelitian seismologi dan kemungkinan implikasi masa depan pada perkiraan gempa," teranganya dilansir laman Space.com, Rabu (14/9/2022).
Badai Matahari yang mempengaruhi Bumi adalah hasil dari semburan Matahari atau lontaran massa korona, yang biasanya terjadi ketika medan magnet di matahari kusut atau pecah.
Keduanya meledak dengan energi yang sangat besar dan mengirim angin matahari yang kuat ke luar angkasa.
Ketika partikel bermuatan dalam angin Matahari mencapai Bumi dan berinteraksi dengan ionosfer, bagian terluar atmosfer kita di tepi ruang angkasa, mereka dapat menyebabkan sinyal satelit dan GPS mengalami gangguan, menurut NASA.
Tetapi interaksi dengan magnetosfer dapat melakukan lebih dari itu.
Magnetosfer bumi lebih jauh dari ionosfer. Ini adalah area di ruang angkasa yang mengelilingi planet di mana medan magnet memiliki efek yang sangat kuat, dan dibentuk oleh angin Matahari yang mengalir ke medan magnet tersebut.
Marchitelli dan rekan-rekannya mengusulkan bahwa partikel dalam angin Matahari yang menghantam magnetosfer dapat mempengaruhi intensitas gempa bumi.
Para peneliti percaya, partikel-partikel ini berpotensi terkait dengan pergerakan lempeng tektonik karena listriknya dapat memperburuk gangguan yang ada, seperti subduksi, di mana satu lempeng tektonik didorong ke bawah yang lain.
Baca Juga: Gempa Bali Dipicu Aktivitas Lempeng, Tak Berpotensi Tsunami
Mereka beralasan bahwa semakin banyak proton dalam angin Matahari yang menyentak magnetosfer, semakin besar kemungkinan mereka memperburuk gempa bumi, beberapa di antaranya dapat memicu tsunami.
Namun, penelitian Marchitelli tidak meneliti jumlah tsunami pada periode angin matahari tinggi dan rendah, jadi ide ini masih sebatas itu.
Ada lebih banyak dukungan untuk pemikiran ini. Sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Research, mengamati bahwa gempa bumi meningkat selama maksimum Matahari.
Rentang waktu selama siklus 11 tahun Matahari saat paling aktif dan kemungkinan besar melepaskan ledakan angin Matahari, yang membelokkan bentuk medan magnet bumi.
Hal ini dapat memberikan tekanan ekstra pada kerak bumi dengan mendorong medan magnet bumi terhadap lempeng tektonik yang berada di bawahnya, sehingga mempengaruhi gempa bumi penyebab tsunami.
Berita Terkait
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.734 Jiwa, 6.462 Orang Selamat
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Profil Ze Pedro, Eks Benfica dan Portugal yang Latih Timor Leste Lawan Timnas Indonesia
-
2 Varian Sunscreen Anessa untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Bisa Mengurangi Flek Hitam
-
Dulu Janji di Depan KPK Tak Mau Korupsi, Bupati Pemalang Anom Malah Kena OTT
-
Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Cukur Kamboja 5-1, Timnas Indonesia Belum Aman: Skenario Lolos Semifinal Piala AFF 2026 Masih Rumit
-
Jufri Rahman: Wastra Sulsel Terus Dikembangkan Agar Berdaya Saing
-
Profil Hendi Prio Santoso: Dari Dirut PGN, MIND ID Hingga Resmi Jadi Koruptor
-
Daftar Harga Mobil Listrik BYD 2026: Cek Budget Kamu Mulai Rp199 Juta Sampai Rp750 Juta
-
Emas 1 Kg hingga Bisnis SPBE: Upeti Mewah Moch Mahrus demi Menguras Dana Hibah Jatim