Suara.com - Instagram sedang menguji coba feed beranda tanpa tab belanja, menandai perubahan dalam cara platform memperlakukan e-commerce.
Beberapa pengguna Instagram telah mencatat dalam beberapa hari terakhir bahwa tab belanja, yang sebelumnya berada di bilah navigasi bawah, telah diganti dengan tab notifikasi.
Belanja, sementara itu, telah dipindahkan ke menu kedua, terkubur di antara opsi seperti pengaturan dan posting yang disimpan.
Dilansir laman The Verge, Selasa (27/9/2022), juru bicara Meta Anne Yeh mengonfirmasi perubahan sebagai bagian dari tes terbatas.
“Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menyederhanakan pengalaman Instagram Anda, kami menguji beberapa perubahan pada bilah navigasi utama di bagian bawah aplikasi dengan sejumlah kecil orang,” kata Yeh.
Memindahkan tab adalah keputusan sadar dari pihak Instagram karena perusahaan beralih dari fitur belanja.
Awal bulan ini, The Information melaporkan bahwa Instagram mengubah arah pendekatannya terhadap e-commerce, termasuk menghilangkan tombol yang mengarah ke halaman belanja pada Maret 2023, menurut memo internal.
Sebaliknya, belanja Instagram akan lebih fokus pada peningkatan pendapatan iklan Meta, The Information melaporkan, dan platform akan menguji halaman belanja yang kurang dipersonalisasi yang dijuluki "Tab Lite."
Selama beberapa tahun terakhir, Instagram telah menambahkan fitur seperti tab toko dalam upaya menjadikan platform tempat pengguna membeli produk yang mereka lihat di umpan mereka, tanpa meninggalkan aplikasi.
Baca Juga: Kabar Gembira, WhatsApp Tengah Uji Fitur Mode Pendamping dan Don't Disturb untuk Android
Meskipun banyak pengguna menggunakan Instagram sebagai cara menemukan merek dan produk baru, tidak jelas seberapa sukses halaman belanja tersebut.
Namun, Meta terus meluncurkan fitur baru seputar belanja, termasuk pembaruan pesan yang memungkinkan pemilik bisnis menangani layanan pelanggan melalui DM.
“Commerce tetap penting bagi Instagram karena kami terus mempermudah orang untuk menemukan dan berbelanja produk di seluruh aplikasi mulai dari feed, story, reel, dan inovasi seperti live shopping dan drop,” kata Yeh dari Meta.
Cara memonetisasi belanja adalah pertanyaan yang juga coba dicari oleh platform lain, dengan berbagai keberhasilan.
TikTok telah bereksperimen dengan halaman produk dan belanja langsung, yang terakhir sangat populer di China tetapi dilaporkan tidak lepas landas di Eropa, menyebabkan perusahaan menarik kembali rencana ekspansi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
114 Rumah di Gambir Hangus Terbakar, Seluruh Warga Selamat
-
Persib Bandung Lolos ACL Two, Igor Tolic Langsung Pasang Alarm: Jangan Terlena
-
Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies
-
Super League Diklaim Paling Kompetitif di Asia Tenggara, Data AFC Jadi Buktinya
-
Sekadar Ikuti Tren, Amagra Bangun Warna Musik Sendiri Lewat Butterflies
-
Tukang Becak Disebut Kaya Raya, Mengapa Kemiskinan Semu di Mata Prabowo?
-
4 Pilihan Mobil Manual yang Cocok untuk Pemula
-
Solusi Mudah Menghitung Luas Segitiga Sembarang Tanpa Perlu Tahu Tingginya
-
9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
-
Drama Villains, Manipulasi Psikopat dan Konspirasi Peredaran Uang Palsu