Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru saja menerapkan teknologi pemindaian wajah atau yang dikenal sebagai Face Recognition.
Fasilitas ini mulai diuji coba di Stasiun Bandung sejak 28 September lalu.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, face recognition atau scan wajah ini termasuk sebagai data biometrik.
Data itu juga merupakan data pribadi dan pemiliknya dilindungi oleh Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang baru saja disahkan.
"Karena itu, pengelolaannya harus mengikuti standar penyimpanan dan pengamanan yang baik, di mana penyimpanan data biometrik harus dilindungi sedemikian rupa," kata Alfons dalam keterangan resminya, Jumat (7/10/2022).
Sehingga, tambahnya, sekalipun data tersebut bocor, maka data tersebut tidak bisa dibuka karena adanya metode enkripsi yang baik.
Alfons menyebutkan, hal yang sama sebenarnya diterapkan pada sensor sidik jari di HP, di mana data sidik jari disimpan dalam keadaan terenkripsi.
Sehingga jika data sidik jarinya bocor dan berhasil di-copy, maka data yang di-copy adalah data yang terenkripsi.
"Mirip dengan data atau dokumen yang menjadi korban ransomware yang hanya bisa dibuka dengan kunci dekripsi yang sudah diamankan sedemikian rupa," tutur dia.
Baca Juga: PT KAI Jamin Keamanan Data Masyarakat di Teknologi Face Recognition
Alfons melanjutkan, ada perbedaan antara penyimpanan data biometrik layanan publik dengan data biometrik ponsel yang sifatnya one to one.
Menurut dia, data biometrik layanan publik jumlahnya masif dan sifatnya one to many. Apabila bocor, itu akan merugikan masyarakat sebagai pemilik data.
Alfons berharap, lembaga publik seperti PT KAI memberikan perhatian ekstra dalam pengamanan data biometrik face recognition ini.
Hal ini mengingat kasus kebocoran data banyak terjadi beberapa waktu belakangan yang melibatkan lembaga publik pengelola data.
"Semoga PT KAI dapat menjaga amanah data biometrik FR (face recognition) yang dikumpulkan ini, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pengguna layanannya," harap Alfons.
Sebelumnya, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, hadirnya Face Recognition Boarding Gate bertujuan untuk mempermudah pelanggan KA Jarak Jauh yang ingin naik kereta api tanpa perlu repot menunjukan berbagai dokumen seperti boarding pass fisik, e-boarding pass, KTP, ataupun dokumen vaksinasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Februari 2026, Klaim Ibrahimovic OVR 117 dan 5.000 Gems
-
5 Pilihan HP Murah Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Spek Dewa!
-
31 Kode Redeem FF Max Terbaru 3 Februari: Langsung Raih Voucher Sukuna dan Jujutsu Truck
-
Poco F8 Series Siap Menggebrak Indonesia 4 Februari 2026, Era UltraPower Ascended Dimulai
-
Huawei nova 14 Pro Resmi di Indonesia, Hadirkan Kamera Ultra Chroma dan Dual Front ala Flagship
-
Asus Bidik 30 Persen Pangsa Pasar Notebook dan Perkuat Strategi Omnichannel
-
Oppo Watch S Resmi Hadir: Smartwatch Ultra Ramping dengan Analisis Kesehatan Kelas Flagship
-
iPhone Fold Dirumorkan Mirip iPad, Apple Siapkan Desain Paling Nyeleneh Sepanjang Sejarah iPhone
-
Kenaikan Harga Chip Memori Uji Ketahanan Pasar Smartphone di 2026, Merek Mana yang Mampu Bertahan?
-
Nioh 3 Siap Rilis Bulan Ini, Kemungkinan Tak Eksklusif PS5 dan PC