Suara.com - Facebook kemungkinan akan melarang berbagi berita di Kanada jika negara tersebut mengesahkan undang-undang, yang memaksa perusahaan membayar outlet berita untuk konten mereka.
Dikutip The Verge dari The Wall Street Journal, Senin (24/10/2022), dalam sebuah posting yang dibagikan perusahaan induk Facebook Meta mengatakan, Undang-Undang Berita Online Kanada yang diusulkan secara keliru menganggap bahwa "mendapatkan keuntungan yang tidak adil dari hubungannya dengan penerbit."
Pertama kali diperkenalkan pada April, Undang-Undang Berita Online memaksa platform online, seperti Facebook dan Google untuk berbagi pendapatan dengan penerbit tempat mereka mengumpulkan berita.
Tujuan dari RUU ini adalah untuk memastikan outlet berita mendapat kompensasi yang adil untuk pekerjaan mereka.
Komite Warisan House of Commons Kanada mengadakan pertemuan tentang undang-undang tersebut minggu lalu, tetapi Meta mengatakan tidak diundang.
Jika jenis hukum ini terdengar familier, itu karena Australia memperkenalkan yang serupa tahun lalu, disebut News Media Bargaining Code, yang juga mengharuskan Facebook dan Google membayar berita yang disertakan di platform.
Meskipun Australia akhirnya mengesahkan undang-undang tersebut, itu bukan tanpa penolakan yang signifikan dari Facebook dan Google.
Facebook mematikan berbagi berita di negara itu sebagai tanggapan dan Google mengancam akan menarik mesin pencarinya dari negara tersebut.
Sementara Google kemudian membatalkan rencananya setelah mencapai kesepakatan dengan organisasi media, Facebook membatalkan larangan berita hanya setelah Australia mengubah undang-undangnya.
Baca Juga: Google Fiber Akan Tawarkan Paket Internet 5Gbps dan 8Gbps Awal 2023, Makin Cepat
Larangan sementara Facebook tidak hanya memengaruhi outlet berita tetapi juga menghapus posting dari lembaga pemerintah, seperti departemen pemadam kebakaran dan kesehatan setempat.
Sekarang Facebook siap memblokir berita di Kanada jika negara itu tidak mengubah undang-undangnya.
Meta memosting tautan ke berita membuat kurang dari tiga persen konten di umpan Facebook pengguna, menambahkan bahwa konten itu "bukanlah menarik bagi pengguna kami" juga bukan "sumber pendapatan yang signifikan."
“Jika rancangan undang-undang ini menjadi undang-undang, menciptakan bentuk pertanggungjawaban keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya secara global untuk tautan atau konten berita, kami mungkin terpaksa mempertimbangkan apakah kami akan terus mengizinkan berbagi konten berita di Facebook di Kanada sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Berita Online,” cuit meta.
Meta juga mengklaim outlet berita mendapat manfaat dari menempatkan cerita mereka di Facebook dan bukan sebaliknya.
Pada Mei lalu, Meta mengatakan penerbit berita terdaftar di Kanada menerima lebih dari 1,9 miliar klik selama 12 bulan terakhir, menghasilkan nilai sekitar 230 juta Dolar Canada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 HP Vivo Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada iQOO 15R, V70, dan Z11x 5G
-
9 Rekomendasi TWS Sport untuk Lari Terbaik, Harga Murah Mulai Rp100 Ribuan
-
7 Tablet di Bawah Rp5 Juta Ini Bikin Kerja Makin Produktif, Rasa Laptop Canggih!
-
Cara Melacak HP yang Hilang Dalam Keadaan Mati, Manfaatkan Fitur Ini
-
5 HP POCO Harga di Bawah Rp2 Juta Selain POCO C85, Kamera 50 MP Baterai Super Jumbo
-
5 HP Murah POCO Dapat Diskon Besar Januari 2026: Mulai Sejutaan, Memori 256-512 GB
-
Xiaomi Siap Panaskan Persaingan! HP Flagship Baru Dikabarkan Pakai Kipas Pendingin Aktif
-
63 Kode Redeem FF Terbaru 10 Januari: Ada Skin Famas HRK, Bunny, dan Emote Gratis
-
Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025
-
7 Tablet Jagoan Multitasking Berat dengan Slot SIM Card, Harga Mulai Rp1 Jutaan