Suara.com - Scammer akan mengabulkan permintaan tempat menarik untuk dikunjungi, tempat menginap murah, dan tiket dengan harga menarik hingga promo diskon dari layanan bank selama mudik Lebaran.
Terinfeksi malware, menjadi korban penipuan online, atau ancaman dunia maya lainnya sudah cukup merugikan, tetapi akan semakin memburuk ketika memasuki musim liburan.
Ancaman siber paling umum namun efektif yang sering terjadi adalah phishing, yang sebenarnya dapat dicegah dengan kesadaran pengguna.
Jika penjahat dunia maya berhasil membuat tiruan dari situs web nyata yang terlihat sangat mengesankan dan dilengkapi penawaran menggiurkan, banyak orang melupakan langkah sederhana ini dan tidak melihat URL secara seksama atas web yang dibuka.
Berdasarkan statistik Kaspersky terbaru, total 356.786 phishing terkait keuangan terdeteksi dan diblokir terhadap penggunanya di Indonesia selama paruh pertama 2022.
Dari jumlah tersebut, 166.857 insiden menargetkan sistem pembayaran.
Selain itu, selama paruh pertama tahun lalu, sebanyak 20.603 deteksi upaya phishing di dalam negeri adalah terkait dengan perbankan online.
Data ini berasal dari data anonim berdasarkan pemicu komponen deterministik dalam sistem Anti-Phishing Kaspersky di komputer pengguna.
Komponen mendeteksi semua halaman dengan konten phishing yang telah dicoba dibuka oleh pengguna dengan mengikuti tautan dalam pesan email atau di web, selama tautan ke halaman ini ada di basis data Kaspersky.
Baca Juga: Ditemukan 26.675 Phising Domain .id selama Tiga Bulan Pertama 2023
Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, melihat kita bisa bayangkan mendapati iklan tentang promo besar-besaran di maskapai penerbangan premium, hotel, dan segala jenis penawaran menarik yang berhubungan dengan liburan.
“Phishing itu seperti flu — terus berkembang dan mengupgrade pendekatan serangannya. Hanya ada satu hal utama yang perlu kita ketahui, yakni jika topik tersebut menjadi tren, kemungkinan besar itu akan dimanfaatkan oleh scammers," ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (20/4/2023).
Dia menambahkan, cara terbaik untuk mengetahui topik mana yang sedang tren adalah dengan membaca dan menonton berita.
"Ketika berbicara phishing dan penipuan online, pengetahuan adalah tameng utama. Kita harus selalu mengetahui cara untuk menghindarinya dan yang paling penting, menggunakan solusi keamanan – jika kita secara tidak sengaja menjadi targetnya,” tegas Connell.
Berita Terkait
-
Awas, Ada Situs Catut Piala Dunia 2022 untuk Sebar Phising
-
Lima Besar Skema Penjahat Dunia Maya di Tengah Acara Olahraga Terbesar, Waspada Hadiah Gratis Nonton Piala Dunia 2022
-
Merasa Ditipu di TikTok? Cepat Lakukan Hal Ini
-
6 Cara Bikin Akun Twitter Kamu Aman dan Terlindungi dari Serangan Phising
-
Baru Enam Bulan, Serangan Phising di Asia Tenggara Capai 12 Juta Tautan
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan
-
3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
-
Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'
-
Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi
-
Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke
-
Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat