Suara.com - Penjahat dunia maya sering kali menyamarkan tautan berbahaya dan phishing, mencoba membingungkan filter email.
Apa yang mereka inginkan adalah membuat korban mengklik alamat yang sebenarnya membawa menuju alamat lain.
Berikut Kaspersky akan memaparkan metode paling umum yang digunakan penjahat dunia maya untuk menyamarkan URL berbahaya atau phishing.
Cara paling sederhana untuk menyembunyikan domain asli di alamat adalah dengan menggunakan
simbol @ di URL.
Ini adalah simbol yang benar-benar sah yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan login dan kata sandi ke alamat situs web — HTTP memungkinkan untuk meneruskan kredensial ke server web melalui URL hanya dengan menggunakan format login:password@domain.com.
Jika data sebelum simbol @ salah dan tidak cocok untuk otentikasi, browser akan membuangnya begitu saja, mengarahkan pengguna ke alamat yang terletak setelah simbol @.
Maka, penjahat dunia maya memanfaatkan metode ini, mereka membuat nama halaman yang meyakinkan, menggunakan nama situs yang sah di dalamnya, dan menempatkan alamat asli setelah simbol @.
Misalnya lihat alamat blog kita yang disamarkan seperti ini:
https://convincing-business-related-page-name-pretending-to-be-on-google.com@kaspersky.com/blog/
Baca Juga: Waspada Undangan dari Wonka: Tiket Emas yang Tidak Ingin Kamu Buka!
Ini tampak seperti halaman dengan banyak kata dalam nama yang dihosting di suatu tempat di
domain Google, namun browser akan membawa Anda ke https://kaspersky.com/blog/.
Pada metode sebelumnya, penjahat dunia maya sering kali mencoba membingungkan pengguna dengan nama halaman yang panjang untuk mengalihkan perhatian mereka dari alamat sebenarnya.
Namun ada cara untuk menyembunyikannya sepenuhnya — dengan mengubah alamat IP suatu situs menjadi bilangan bulat.
Seperti yang diketahui, alamat IP tidak mudah disimpan dalam database.
Oleh karena itu, pada titik tertentu, sebuah mekanisme diciptakan untuk mengubah alamat IP menjadi bilangan bulat (yang jauh lebih nyaman untuk disimpan) dan sebaliknya.
Dan saat ini, ketika browser modern melihat angka di URL, mereka secara otomatis mengubahnya menjadi alamat IP.
Jika dikombinasikan dengan simbol @ yang sama, ini secara efektif menyembunyikan domain
sebenarnya.
Seperti inilah tampilan tautan ke situs web perusahaan kami:
https://google.com…%@3109359386/
Dalam menggunakan trik ini, penjahat dunia maya mencoba memusatkan perhatian pada domain
sebelum simbol @, dan menjadikan segala sesuatunya tampak seperti semacam parameter —
berbagai alat pemasaran sering kali memasukkan segala jenis tag alfanumerik ke dalam tautan web.
Cara lain yang cukup sederhana untuk menyembunyikan URL asli adalah dengan menggunakan salah satu layanan pemendekan tautan yang sah.
Beberapa tahun lalu, Google dan beberapa mitranya membuat kerangka kerja Google AMP —
sebuah layanan yang dimaksudkan untuk membantu laman web dimuat lebih cepat di perangkat
seluler.
Pada tahun 2017, Google mengklaim bahwa halaman dengan AMP dimuat dalam waktu kurang dari satu detik dan menggunakan data 10 kali lebih sedikit dibandingkan halaman yang sama
tanpa AMP.
Kini penyerang telah mempelajari cara menggunakan mekanisme ini untuk phishing.
Sebuah email berisi tautan yang dimulai dengan “google.com/amp/s/”, namun jika pengguna
mengkliknya, mereka akan diarahkan ke situs yang bukan milik Google.
Cara lain untuk menyembunyikan halaman di balik URL orang lain adalah dengan menggunakan ESP; yaitu layanan untuk membuat buletin sah dan email masuk lainnya.
Singkatnya, penyerang akan menggunakan salah satu layanan ini, membuat kampanye pengiriman
email, memasukkan URL phishing, dan sebagai hasilnya mendapatkan alamat bersih siap pakai,
yang memiliki reputasi sebagai perusahaan ESP.
Perusahaan ESP tentu saja berusaha melawan penyalahgunaan layanan mereka, namun hal ini tidak selalu berhasil.
“Kami menyarankan untuk mencadangkannya dengan solusi perlindungan. Selain itu, kami
merekomendasikan untuk menggunakan solusi tersebut baik pada tingkat server email perusahaan, dan pada tingkat perangkat kerja yang mendukung internet," ungkap Roman Dedenok pakar keamanan di Kaspersky.
Berita Terkait
-
Raditya Dika Ungkap Penyebab Channel YouTube Miliknya Kena Hack
-
Indonesia Kena 7.988 Serangan Phishing di Q3 2022, Sektor Keuangan Jadi Target Utama
-
3 Cara Memperpendek Link, Mudah dan Praktis!
-
Waspada Google Terjemahan Dimanfaatkan Phishing, Jangan Sampai Kecolongan!
-
Awas, Ada Situs Catut Piala Dunia 2022 untuk Sebar Phising
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Cara Praktis Mencari KPK dan FPB Lengkap Contoh Soal Sekaligus Pembahasan
-
Apakah Flek Hitam di Wajah Bisa Hilang Total Sampai Bersih?
-
RS Lapangan Ruteng Resmi Beroperasi untuk Korban Gempa NTT
-
Jangan Bolak-balik Servis, Ini 5 Tanda Sudah Waktunya Kamu Ganti Laptop Baru
-
SPPG di Kampar Kena Suspend Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG
-
4 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Agustus 2026: Ada Naga hingga Monyet
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan