Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan modus baru promosi judi online di Indonesia. Bahkan pemerintah menganggap kalau cara akun yang menyebarkan situs judi online kini semakin pintar.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengakui kalau selama ini Kominfo selalu memantau promosi judi online dari sebuah mesin pencarian (search engine) seperti Google.
Namun para pelaku yang menyebarkan situs judi online kini sudah memiliki cara baru. Semuel berujar kalau mereka memanfaatkan fitur lain seperti SMS hingga pesan WhatsApp.
"Internet itu bisa dari mana saja, di mana saja. Kalau yang sekarang kami pantau itu di search engine. Mereka pintar juga nih, jadi enggak publish langsung biar enggak bisa di-search. Dia kasih bit link lewat SMS atau WA," ungkap Semuel saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (28/1/2024) kemarin.
Namun pria yang akrab disapa Semmy itu tidak kehabisan akal. Mereka memastikan tetap memblokir akun yang menyebarkan judi online.
"Akun-akunnya kami block. Kami tingkatkan penjagaannya," imbuh dia.
Ia mengakui kalau kebijakan negara soal judi online berbeda-beda. Maka dari itu banyak akun penyebar situs haram tersebut tetap bisa melakukan aksinya dari mana saja.
"Karena tersambung dengan internet dunia yang aturannya berbeda-beda," sambung Semmy.
Lebih lanjut dia mengaku terus bekerja untuk mencari akun yang menyebarkan situs judi online. Namun Kominfo tetap hati-hati karena tidak bisa langsung sembarang blokir.
Baca Juga: Kominfo Gandeng Timor Leste Kembangkan AI, Big Data, dan IoT
"Tiap hari kami kerjanya, mencoba me-review sebelum blokir. Kami harus validasi dulu, enggak bisa cuma dari kata kunci karena bisa merugikan yang lainnya," tandasnya.
Kominfo terus blokir judi online
Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengaku sukses memutus akses lebih dari 800 ribu konten judi online selama 167 hari sejak dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun pemblokiran itu mencakup situs, IP, aplikasi, dan file sharing.
“Capaian tersebut setara dengan akumulasi pemblokiran konten judi online yang telah dilakukan selama lima tahun sebelumnya,” ungkapnya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Selasa (02/01/2024) lalu.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, sepanjang 17 Juli 2023 hingga 30 Desember 2023 total konten judi online telah ditangani sebanyak 805.923 konten.
Adapun jumlah konten judi online yang diblokir pada periode 17 s.d. 31 Juli 2023 sebanyak 30.013 konten, periode 1 s.d. 31 Agustus 2023 sebanyak 55.846 konten, periode 1 s.d. 30 September 2023 sebanyak 96.371 konten, dan periode 1 s.d. 31 Oktober 2023 merupakan capaian tertinggi yakni sebanyak 293.665 konten.
Selanjutnya, konten judi online yang diblokir pada periode 1 s.d. 30 November sebanyak 160.503 konten, periode 1 s.d. 30 Desember sebanyak 168.895 konten.
Berdasarkan platform, Kementerian Kominfo memutus akses konten judi online pada 596.348 situs dan IP, 173.134 platform Meta, 29.257 akun platform file sharing, 5.993 platform Google dan Youtube, 367 platform X, 170 platform Telegram, 15 platform TikTok, 8 platform App Store, dan 1 platform Snack Video.
Tidak hanya konten judi online, Menkominfo menyatakan telah berhasil memblokir lebih dari 5.000 rekening bank dan akun e-wallet yang terindikasi dimanfaatkan untuk aktivitas judi online.
Berita Terkait
-
Kominfo Gandeng Timor Leste Kembangkan AI, Big Data, dan IoT
-
Disuruh Kominfo, Indihome dan XL Siap Jual Paket Wifi Kecepatan Minimal 100 Mbps
-
Buat Kebijakan Baru, Kominfo Wajibkan Publisher Game Berbadan Hukum
-
Kominfo Pastikan Lembaga Pengawas Kebocoran Data Pribadi Dibentuk Oktober 2024
-
Penjelasan Kominfo soal Nama Mahfud Hilang di X Twitter
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Ramadan dan Imlek
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Penjualan Konsol Menurun di Awal 2026: PS5 Mampu Ungguli Nintendo Switch 2
-
Bocoran Harga iQOO 15R Beredar, Siap Debut di India dan Indonesia Pekan Ini
-
5 Rekomendasi HP Kamera ZEISS Termurah Februari 2026, Tawarkan Fitur Fotografi Menawan!
-
7 HP Kamera Boba Kembaran iPhone Terbaru 2026, Harga Rp2 Jutaan Rasa Ponsel Flagship!
-
Siap-siap! Harga PC dan Laptop Lenovo Diprediksi Makin Naik Bulan Depan
-
HP Murah Infinix Smart 20 dan Hot 70 Bersiap ke Indonesia, Bawa Spek Ciamik
-
Motorola Edge 70 Fusion Segera Debut, Usung Snapdragon Anyar dan Kamera Sony
-
Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17