Untuk menerima skin Mr. Beast yang diinginkan, gamer muda ini diminta untuk memasukkan login dan kata sandi untuk akun gim mereka, yang memungkinkan kredensial berpotensi dicuri oleh penipu.
Perangkap populer lainnya adalah tawaran untuk menerima mata uang dalam game.
Dalam salah satu penipuan yang ditemukan yang mengeksploitasi merek Pokémon GO, pengguna diminta untuk memasukkan nama pengguna untuk akun game mereka.
Selanjutnya, mereka diminta untuk mengikuti survei untuk membuktikan bahwa mereka bukan bot.
Setelah survei selesai, mereka diarahkan ke situs web palsu, biasanya yang menjanjikan hadiah atau undian gratis.
Di sinilah penipuan sebenarnya dimulai. Para penipu sebenarnya tidak mengincar data pribadi seperti detail kartu kredit; mereka menggunakan kedok game untuk memikat pengguna ke tipuan lain.
Seluruh proses ini adalah cara cerdas untuk mengarahkan pengguna ke penipuan lain yang lebih berbahaya dengan kedok langkah verifikasi yang sah.
“Sepanjang penelitian, kami melihat serangan terhadap anak-anak menjadi vektor umum aktivitas penjahat dunia maya," kata Vasily M. Kolesnikov, pakar keamanan di Kaspersky dalam keterangan resminya, Senin (9/9/2024).
Itulah sebabnya edukasi kebersihan siber dan penggunaan solusi keamanan dunia maya tepercaya menjadi 'keharusan' dalam membangun keselamatan anak-anak di lingkungan daring.
Baca Juga: Review Brain Test All-Star: IQ Boost, Level Up Kecerdasan dengan Main Game
"Dengan menumbuhkan pemikiran kritis, perilaku daring yang bertanggung jawab, dan pemahaman yang kuat tentang risiko keamanan, kita dapat menciptakan pengalaman daring yang lebih aman dan lebih positif bagi generasi digital native ini,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
POCO F7 Kantongi Sertifikasi, Impian Gamer yang Jadi Kenyataan
-
Spesifikasi PC Black Myth Wukong, Seberapa Berat Game Kera Sakti Ini?
-
Uji Coba POCO F6: Main Game Berat Lancar Tanpa Hambatan, Ini Rahasianya!
-
Samsung Galaxy Gaming Academy Buka Jalan Gamer Biasa Jadi Bintang E-Sport
-
Spesifikasi HP iPhone dan Android untuk Main Harvest Moon: Home Sweet Home, Gak Semua Bisa!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan