Pengembangan SatuSehat menjadi aplikasi yang memberikan informasi kredibel tentang kesehatan bermula dari kebiasaan masyarakat yang mencari informasi melalui mesin pencari ketika sedang sekait.
Aplikasi SatuSehat dapat memberi anjuran kepada para penggunanya yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Kemenkes mengintegrasikan platform Satu Sehat dengan BPJS Kesehatan, mencakup berbagai sistem penting.
Mulai dari pencatatan tuberkulosis, pencatatan digital data kematian maternal dan perinatal, imunisasi, sistem rujukan nasional, kesehatan ibu dan anak, serta sistem informasi manajemen terpadu untuk kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit.
Chief Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan Setiaji mengatakan bahwa digitalisasi dapat memperbaiki layanan kesehatan di Indonesia.
"Dengan digitalisasi kami bisa tahu berapa lama waktu pasien dari mulai mendaftar hingga mendapat obat. Ternyata rata-rata tiga atau empat jam dan dengan sistem kami bisa memperbaiki layanan," katanya.
Inovasi Peduli Lindungi dan Satu Sehat, didorong dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi merata, pemerintahan Jokowi berhasil membawa masyarakat Indonesia dalam dunia digital.
Tidak hanya mengubah cara berinteraksi tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi di seluruh Indonesia yang merata.
Pemerintah mengalokasikan layanan internet satelit untuk mendukung pelayanan publik sektor pendidikan dan kesehatan khususnya di wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan upaya ini dilakukan agar masyarakat di wilayah 3T mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.
Baca Juga: Capaian 10 Tahun Pemerintahan Jokowi: Tekankan Pentingnya Digitalisasi UMKM
“Sementara, kita arahkan untuk pendidikan dan kesehatan. Karena banyak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kita dan sekolah kita ini kan belum punya internet. Sementara Indonesia ini kan negara kepulauan, negara yang betul-betul secara geografis sangat menantang,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Indibiz Mengubah Wajah UMKM Indonesia dengan Sentuhan Digital
-
Industri Asuransi Hadapi Tantangan di Era Digital, Isu Efisiensi dan Keamanan jadi Sorotan
-
Demi Efisien dan Transparan, Industri Kesehatan Nasional Harusnya Melek Digital
-
Digitalisasi dan AI Jadi Masa Depan Industri Peledakan di Indonesia
-
Indonesia Bersiap Transformasi Ekonomi Menuju Negara Maju pada 2045
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Lakukan Pemeriksaan Ini
-
2026 Siap Ganti HP? Ini 5 HP Terbaru Harga Rp2 Jutaan, Layar AMOLED Baterai Jumbo
-
Xiaomi Rilis Redmi Soundbar Speaker 2 Pro 2026, Harga Lebih Terjangkau
-
5 Rekomendasi HP Oppo RAM 8 GB Terbaik 2026, Performa Gacor!
-
Oppo Reno 15 Pro Mini Debut: Bodi Mirip iPhone 17, Harga Lebih Murah
-
68 Kode Redeem FF Terbaru 9 Januari: Raih Bundle Nightmare dan Skin Heartrocker
-
Berapa Harga POCO M8 Pro 5G? HP Kelas Menengah Rasa Flagship, tapi Minus Fitur Ini!
-
7 Laptop Gaming di Bawah Rp10 Juta Paling Worth It, Nge-Game Berat Lancar Jaya
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Tablet Tipis Rasa PC dengan Desain Ringkas
-
Mantan Sutradara Assassin's Creed: Tim Kecil Bakal Jadi Masa Depan Game AAA