Namun, bahkan pada saat kelumpuhan tidur, ketika manusia berada di bawah kendali mimpinya, kehadiran yang ditemui seringkali berupa sosok bayangan di sudut ruangan.
Film menggambarkan hantu sebagai manusia bertubuh tembus pandang, namun penampakan semacam ini hanya merupakan sebagian kecil dari laporan paranormal.
Johannes Dillinger, seorang profesor sejarah modern awal di Universitas Oxford Brookes di Inggris sedang berupaya memahami jenis-jenis hantu yang diyakini orang selama berabad-abad dalam masyarakat dan budaya Barat.
Ia mengatakan, hantu yang paling sering dilaporkan adalah poltergeist yang tidak terlihat.
“Banyak sekali hantu selama berabad-abad hanyalah poltergeist, yang berarti mereka tetap tidak terlihat,” kata Dillinger kepada Live Science.
“Kami mengira mereka ada di sana karena kami mendengar suara-suara aneh, biasanya di malam hari, yang sulit dijelaskan.”
Dillinger menemukan bahwa sebelum tahun 1800, orang-orang percaya bahwa hantu memiliki urusan penting yang belum terselesaikan, namun dalam arti yang jauh lebih literal daripada yang mungkin kita pikirkan saat ini.
“Hantu biasanya ingin manusia menemukan harta karunnya dan memanfaatkannya dengan baik,” kata Dillinger.
Hantu yang dirasakan menjadi lebih pribadi sejak saat itu. Abad ke-19 menandai kebangkitan spiritualisme dan keyakinan bahwa manusia dapat berkomunikasi dengan hantu dan roh, menurut Science History Institute, sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan sejarah sains.
Baca Juga: Apakah Manusia Prasejarah Benar-Benar Tinggal di Gua?
Dillinger mencatat bahwa kepercayaan masyarakat berubah dari hantu yang menuntut sesuatu dari makhluk hidup menjadi makhluk hidup yang mengharapkan dihibur atau dihibur oleh orang mati.
Namun, selama ini, hantu tetap menjadi penjelasan yang mudah diterima orang sebagai suara-suara aneh di kegelapan.
"Hantu itu benar-benar makhluk yang sering muncul di malam hari," kata Dillinger.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan