Suara.com - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru yang akan menjadi standar keanggotaan resmi Muhammadiyah.
Kerja sama ini juga menggandeng VIDA, Penyelenggara Sertifikasi Elektronik yang terdaftar dan berakar di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang berwenang menerbitkan sertifikat elektronik untuk tanda tangan digital bagi bisnis dan individu.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis membangun ekosistem digital terintegrasi yang aman dan inklusif, berlandaskan prinsip satu identitas, satu data, dan satu sistem layanan umat sebuah visi besar yang disebut sebagai SatuMu.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad menjelaskan kalau Muhammadiyah sebagai institusi keagamaan harus hadir secara kuat di ruang digital dengan identitas yang sah, sistem aman, serta layanan tepercaya demi menjawab tantangan zaman dan menjaga kepercayaan umat.
“Data warga bukan sekadar deretan angka dan nama, ini adalah amanah, cerminan kepercayaan, dan aset strategis organisasi. Ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam memastikan tata kelola organisasi yang sah secara hukum, patuh terhadap regulasi nasional, dan menjaga martabat persyarikatan,” ungkap Dadang Kahmad, dikutip dari siaran pers, Selasa (24/6/2025).
Sistem keanggotaan digital ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tata kelola data yang tertib, legal, dan berbasis perlindungan data pribadi.
Dengan pendekatan yang adaptif dan akuntabel, sistem ini memungkinkan proses identifikasi dan manajemen iuran anggota berjalan lebih efisien, transparan, serta sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi alias UU PDP.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Muchlas mengatakan kalau peluncuran sistem e-KTAM merupakan wujud nyata dari komitmen moral dan strategis Muhammadiyah untuk melindungi identitas digital seluruh anggota Muhammadiyah.
"Kami menyambut baik kolaborasi bersama VIDA dalam membangun fondasi identitas digital yang sah secara hukum, terverifikasi secara teknologis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” beber dia.
Baca Juga: Ketua PP Muhammadiyah Sepakat dengan Prabowo: Indonesia Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Kolaborasi ini juga melibatkan VIDA sebagai penyedia teknologi pendukung yang memastikan sistem digital keanggotaan Muhammadiyah dapat beroperasi sesuai standar perlindungan data nasional dan internasional.
Co-founder & President VIDA, Sati Rasuanto mengatakan, kehadiran mereka menambah dimensi keamanan dan legalitas pada verifikasi identitas yang digunakan.
“Kami percaya bahwa membangun kepercayaan digital dimulai dari komunitas. Sesuai dengan komitmen VIDA untuk melindungi identitas digital, to make it easy to prove who you are and prevent fraud before it starts, kolaborasi dengan Muhammadiyah merupakan amanah yang sangat besar yang harus kita emban di dunia digital," beber Sati.
"Ini merupakan sebuah bukti nyata bagaimana teknologi bisa menyatu dengan nilai, menjaga martabat organisasi, dan tetap patuh terhadap kerangka hukum yang berlaku,” lanjut dia.
Sementara itu CEO Muhammadiyah Software Labs (LabMu), Asad Fatchul’ilmi menjelaskan, LabMu sebagai unit teknologi strategis di lingkungan Muhammadiyah memainkan peran penting dalam pengembangan resmi sistem e-KTAM dan IuranMu.
Menurut dia, sistem e-KTAM ke depannya akan terintegrasi dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App). Hal ini memungkinkan anggota mengelola keanggotaan, melakukan pembayaran IuranMu, hingga mengakses layanan-layanan Persyarikatan melalui satu identitas digital yang sah dan terpercaya.
Berita Terkait
-
Ketua PP Muhammadiyah Sepakat dengan Prabowo: Indonesia Akui Israel Jika Palestina Merdeka
-
Merawat Bumi, Merawat Iman: Dialog Lintas Iman tentang Lingkungan
-
Apa Hukum Kurban Idul Adha? Ini Penjelasan Ulama Muhammadiyah
-
Muhammadiyah dan BSI Rujuk?
-
Sumbang Gedung Asrama Madrasah, Bahlil: Golkar dan Muhammadiyah Seperti Ibu dan Anak
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Apa Perbedaan Google TV dan Smart TV? Ini 3 Rekomendasi yang Lebih Canggih
-
Daftar Harga HP Samsung Terbaru Februari 2026, Lengkap untuk Budget Minim hingga Flagship
-
4 Rekomendasi Smart TV Rp 1 Jutaan untuk Hiburan Keluarga Muda Terbaik Februari 2026
-
Mengapa TenZ Viral? Streamer Gaming Ini Putus Usai Temani Kekasih Sakit Kanker
-
Aturan 1 NIK Maksimal 3 Nomor SIM Berlaku 2026, ATSI: Idealnya Tak Perlu Lagi Pembatasan
-
Menanti Tecno Camon 50 Pro 5G di Indonesia, HP Midrange Murah dengan Spek Gahar
-
54 Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 10 Februari 2026, Klaim Hadiahnya Gratis!
-
3 Rekomendasi Smart TV 100 Inch untuk Nonton Film Layaknya di Bioskop
-
Bocoran Harga Tecno Pova Curve 2, HP Murah Spek Dewa dengan Layar Premium
-
7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!