Suara.com - Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan terus berkembang dan teknologi medis makin maju. Hal itu tentu bukan hal yang mengejutkan. Namun, rasa syukur terhadap kemajuan modern baru benar-benar terasa ketika kita melihat langsung alat kesehatan kuno yang pernah digunakan di masa lalu.
Di zaman sekarang, rumah sakit dan klinik dilengkapi alat-diagnosis dan alat terapi yang canggih dan relatif aman. Tapi dulu? Beberapa alat medis yang dipakai masa lalu jauh dari kata nyaman, bahkan menyeramkan.
Berikut 10 alat medis jadul yang membuat kita makin bersyukur atas kemajuan teknologi kesehatan sekarang.
1. Iron Lung
“Iron lung” atau paru-paru besi adalah mesin respirator raksasa yang digunakan sejak 1920-an hingga 1950-an, terutama untuk pasien polio yang mengalami kelumpuhan otot pernapasan.
Mesin ini sebenarnya menyelamatkan nyawa ribuan orang, tapi kalau dilihat dari sisi lain, memang menyeramkan karena beberapa alasan, terutama karena bentuk dan ukurannya.
Pasien dimasukkan ke dalam tabung logam raksasa, hanya kepala yang terlihat di luar. Tubuh mereka terkunci di dalam mesin, yang membuatnya terasa menakutkan seperti “peti besi hidup.”
Pasien polio parah bisa bergantung pada iron lung selama berminggu-minggu, bahkan bertahun-tahun. Bayangkan tidak bisa bernafas tanpa mesin itu, tidur dan bangun dengan posisi sama, hampir tanpa gerak.
Karena seluruh tubuh (kecuali kepala) terkurung, pasien sulit berinteraksi bebas dengan orang lain. Rasa terjebak di dalam mesin logam bisa sangat menekan mental.
2. Pakaian Aneh Plague Doctor
Kostum plague doctor dari abad pertengahan sampai awal modern sering dianggap menyeramkan, bahkan jadi ikon horor. Meskipun awal tujuan kostum ini dibuat adalah untuk melindungi dokter dari wabah pes.
Baca Juga: 13 Prompt Gemini AI Siap Pakai untuk Ubah Foto Jadul Jadi HD, Langsung Jelas Seketika!
Dokter wabah memakai topeng dengan paruh panjang, yang diisi ramuan herbal, bunga, atau cuka. Mereka percaya bau busuk (miasma) adalah penyebab penyakit, jadi paruh itu berfungsi sebagai “filter.” Tapi dari luar, bentuknya justru terlihat seperti burung gagak raksasa atau makhluk menyeramkan.
Kehadiran plague doctor identik dengan wabah pes yang mematikan. Saat orang melihat mereka datang, biasanya berarti banyak orang di sekitar sudah jatuh sakit atau akan segera meninggal. Itu membuat sosok mereka bukan lambang harapan, melainkan tanda malapetaka.
3. Pil Cacing Pita
Pada awal abad ke-20, ada tren penurunan berat badan yang aneh dan berbahaya: sengaja menelan cacing pita. Orang-orang saat itu menelan pil yang “disanitasi” berisi telur cacing pita, dengan harapan parasit tersebut menetas dan memakan makanan di usus mereka, sehingga berat badan turun tanpa harus diet.
Praktik ini ternyata sangat berisiko, sering menyebabkan malnutrisi parah, sakit perut, dan berbagai komplikasi kesehatan serius lainnya alih-alih hasil yang diinginkan.
4. Brainware Recorder
Alat perekam gelombang otak atau brainwave recorder di tahun 1940-an yang saat itu dikenal sebagai electroencephalograph (EEG), sering terlihat menyeramkan kalau dibandingkan dengan versi modern.
Alat ini berukuran besar, penuh kabel, jarum, dan gulungan kertas untuk mencatat sinyal. Pasien biasanya harus duduk atau berbaring dengan kepala penuh elektroda logam yang terhubung ke mesin. Dari luar, tampilannya seperti eksperimen ilmuwan gila.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Customer Data Management Jadi Kunci Dorong Performa Bisnis di Era Personalisasi Berbasis Data
-
37 Kode Redeem FF Terbaru 24 Mei 2026: Sikat Sekarang, Skin SG2 Super Langka Menanti
-
4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
-
22 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Mei 2026: Login Sekarang, Rebut 5000 Gems Gratis
-
Daftar Harga HP Flagship Xiaomi Terbaru 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Terpopuler: Rekomendasi HP Vivo Seri Terbaik, 7 Laptop Pesaing MacBook Neo
-
Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED
-
Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari
-
Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital