- Beli HP Bekas Wajib Balik Nama: Aturan ini bertujuan menekan pencurian dan penipuan online.
- HP Curian Jadi Tak Bernilai: Dengan blokir IMEI, ponsel curian tak bisa dipakai lagi.
- Tidak Wajib, Tapi Bermanfaat: Layanan ini opsional, pengguna bebas memilih untuk mendaftar.
Suara.com - Wacana beli HP bekas wajib balik nama bikin heboh, tapi tujuannya mulia banget, lho!
Aturan baru yang digodok Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini dirancang biar kamu makin aman dari kejahatan siber dan maling ponsel. Yuk, kita kupas tuntas serba-serbi aturan ini biar nggak salah paham.
Aturan ini muncul bukan tanpa alasan. Komdigi melihat maraknya kasus pencurian ponsel, penipuan online, hingga peredaran perangkat ilegal yang sering merugikan konsumen.
Akar masalahnya sering kali ada pada saat transaksi jual beli, baik itu HP baru maupun bekas. Tujuannya jelas, melindungi kamu sebagai konsumen.
Kenapa Harus Ada Balik Nama HP Bekas?
Mungkin kamu bertanya-tanya, "Kenapa sih seribet ini?" Jawabannya simpel: untuk keamanan dan ketenangan bersama.
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio Komdigi, Adis Alifiawan, menjelaskan bahwa ide ini adalah bagian dari upaya besar mengamankan ruang digital.
"Karena asal muasalnya itu ketika terjadi transaksi jual beli. Bukan hanya handphone baru, tapi juga handphone second. Nah handphone second itu kita harapkan juga jelas gitu," kata Adis dalam sebuah diskusi daring.
Artinya, pemerintah ingin memastikan setiap perangkat punya "identitas" pemilik yang sah.
Baca Juga: 7 Alasan Beli HP Flagship Bekas di 2025, Masih Sangat Layak?
Deretan Fakta Menarik Aturan Balik Nama HP Bekas
Biar lebih paham, ini dia poin-poin penting yang perlu kamu tahu dari wacana aturan balik nama HP bekas:
1. Bikin Maling Insecure:
Tujuan utamanya adalah membuat HP curian jadi tidak laku di pasaran.
Jika IMEI ponsel yang dicuri langsung diblokir, ponsel itu tidak akan bisa terhubung ke jaringan seluler.
Hasilnya? Harga jualnya anjlok drastis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari: Ada Player 112-115, Token, dan 15 Juta Koin
-
Penjelasan Swiss Stage di M7 Mobile Legends, ONIC dan Alter Ego Main Fase Ini
-
Acer Perkenalkan Predator XB273U F6 dengan Kecepatan 1000 Hz di CES 2026
-
Apa Itu iPhone 17 Pro HDC? Jangan Tertipu, Kenali 8 Perbedaannya dengan yang Ori
-
4 HP Vivo Snapdragon dengan Performa Ngebut, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
-
HP Mati Total Tak Bisa Nyala? 5 Cara Jitu Menghidupkan Tanpa Tombol Power dan Volume
-
2 HP 'Monster' Terbaik Dibawah Rp2 Juta Pilihan David GadgetIn, Buat Gaming Enteng Banget!
-
5 Tablet Snapdragon 8 Gen 2 untuk Gaming dan Multitasking Ekstrem, Anti Lag Seharian!
-
Game Lawas tapi Laris, Penjualan Forza Horizon 5 Tembus 5 Juta Kopi di PS5
-
Huawei FreeClip 2 Resmi Meluncur, Tawarkan Desain 'Airy C-Bridge' yang Nyaris Tak Terasa