Suara.com - Selama berabad-abad, para astronom dan pengamat langit kerap melaporkan kemunculan cahaya misterius di permukaan Bulan — kadang berupa kilatan singkat, cahaya redup, hingga bercak berwarna merah keunguan.
Fenomena alam ini dikenal dengan nama Transient Lunar Phenomenon (TLP).
Kasus pertama yang terkenal terjadi pada 19 April 1787, ketika astronom Inggris William Herschel melihat cahaya terang muncul di bagian gelap Bulan yang baru. Ia menggambarkannya secerah Nebula Orion, dan peristiwa itu berlangsung selama beberapa jam.
Kini, para ilmuwan menduga Herschel mungkin telah menyaksikan salah satu contoh TLP tertua yang pernah tercatat.
Selama dua ribu tahun terakhir, tercatat sekitar 3.000 laporan TLP yang diamati menggunakan teleskop, kamera, bahkan mata telanjang.
“Sebagian besar pengamatan menunjukkan adanya peningkatan kecerahan atau munculnya bercak berwarna di permukaan Bulan,” ujar Anthony Cook, dosen riset fisika dari Aberystwyth University, Inggris, kepada Live Science (20/10/2025).
Namun, hingga kini penyebab pasti fenomena alam ini masih menjadi misteri.
Menurut para ilmuwan, TLP dapat terjadi dalam berbagai durasi dari sekian milidetik hingga beberapa jam. Lama waktu terjadinya bisa memberi petunjuk tentang penyebabnya.
Profesor Masahisa Yanagisawa, ahli astronomi dari University of Electro-Communications, Jepang, menjelaskan bahwa kilatan cepat yang berlangsung di bawah satu menit kemungkinan besar disebabkan oleh tumbukan meteoroid di permukaan Bulan.
Baca Juga: NASA Siapkan Opsi Nuklir untuk Cegah Asteroid Tabrak Bulan
“Meteoroid dengan berat sekitar 0,2 kilogram (seukuran bola biliar) bisa menghasilkan kilatan singkat saat menghantam permukaan Bulan,” ujarnya.
Energi dari benturan tersebut membuat batuan di sekitar lokasi tabrakan memanas dan bersinar sebelum akhirnya mendingin.
Fenomena alam ini dikenal sebagai Lunar Impact Flashes (LIFs), dan sudah lama dicurigai sebagai sumber kilatan misterius di Bulan.
Namun baru pada tahun 1990-an, dengan munculnya kamera video berkecepatan tinggi, para ilmuwan dapat mengonfirmasi bahwa kilatan tersebut benar-benar terjadi akibat benturan.
Yanagisawa sendiri menjadi salah satu peneliti pertama yang berhasil merekam kilatan tumbukan secara langsung selama hujan meteor Leonid pada tahun 1999. Temuan ini ia publikasikan pada 2002 dalam jurnal Icarus.
Sejak itu, berbagai proyek ilmiah terus memantau TLP, salah satunya adalah Near-Earth Object Lunar Impacts and Optical Transients (NELIOTA), proyek yang didanai European Space Agency (ESA).
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL