Suara.com - Sebuah analisis astronomi yang kembali mencuri perhatian publik menunjukkan fakta mengejutkan: Merkurius bukan hanya planet terdekat dari Matahari, tetapi juga planet yang paling sering berada paling dekat dengan hampir semua planet lain, termasuk Bumi dan bahkan Neptunus.
Temuan ini pertama kali dipublikasikan oleh sekelompok insinyur dari NASA, Los Alamos National Observatory, dan US Army Engineer Research and Development Center.
Selama ini, banyak orang meyakini bahwa Venus adalah planet yang paling dekat dengan Bumi karena orbitnya yang bersebelahan. Namun, menurut para peneliti, anggapan itu hanya benar jika dihitung berdasarkan jarak minimum antarplanet pada titik orbit tertentu.
Bila dihitung rata-rata posisi planet sepanjang orbitnya, hasilnya justru berbeda—Merkurius lebih sering berada dekat Bumi dibandingkan Venus maupun Mars.
Mengutip IFL Science (7/12/2025), kesimpulan tersebut didapat melalui simulasi komputer yang berjalan selama 10.000 tahun, mengamati jarak rata-rata antara delapan planet di Tata Surya. Model itu menghitung kedekatan tiga planet terdekat Bumi—Mars, Venus, dan Merkurius.
Hasilnya menunjukkan bahwa karena orbit Merkurius berada lebih dekat ke Matahari, ia lebih sering berada pada posisi yang relatif dekat dengan Bumi selama periode orbit yang panjang.
Tim peneliti menjelaskan bahwa kesalahpahaman ini telah lama tersebar karena kebanyakan orang—termasuk penulis sains populer—menggunakan metode perhitungan jarak yang kurang tepat.
Alih-alih menggunakan jarak rata-rata yang mempertimbangkan seluruh perjalanan orbit, banyak publikasi hanya melihat jarak terdekat pada momen tertentu. Hal ini membuat Venus seolah-olah menjadi tetangga terdekat Bumi, padahal secara keseluruhan justru tidak demikian.
Untuk menjelaskan temuan ini, para ahli menggunakan pendekatan matematis bernama point-circle method (PCM). Metode tersebut mengasumsikan orbit dua planet berbentuk lingkaran yang konsentris dan berada dalam satu bidang.
Baca Juga: Gaya Hidup Ramah Bumi: Perpanjang Umur Barang, Kurangi Sampah, Hidup Lebih Sustainable
Dengan pendekatan ini, dihitunglah rata-rata jarak antara dua planet saat mereka mengelilingi Matahari. Hasil perhitungan PCM menunjukkan pola yang disebut sebagai “whirly-dirly corollary,” istilah yang mereka ambil dari serial kartun Rick and Morty.
Mengutip IFL Science (8/12/2025), Corollary itu berbunyi: semakin kecil radius orbit sebuah planet, semakin kecil pula jarak rata-rata planet tersebut dengan planet lain yang juga mengorbit Matahari. Dengan kata lain, karena Merkurius memiliki radius orbit terkecil—sekitar 0,39 AU (Astronomical Unit), lebih kecil daripada Venus yang 0,72 AU—maka ia menjadi planet yang paling sering berada dekat dengan planet lain.
Yang lebih mengejutkan, analisis yang dijabarkan dalam jurnal Physics Today itu menyebut bahwa Merkurius juga merupakan planet terdekat rata-rata bagi Neptunus, planet terjauh dari Matahari.
Meski Neptunus berada di bagian paling luar Tata Surya, jarak rata-rata antara kedua planet ini tetap lebih kecil dibandingkan jaraknya dengan Uranus, Saturnus, atau Jupiter.
Fenomena ini terdengar tidak masuk akal pada awalnya, tetapi hasil simulasi 10.000 tahun tersebut memperkuat kesimpulan bahwa orbit Merkurius yang sangat kecil dan cepat membuatnya lebih sering “menyusul” kedekatan dengan planet lain, meski pada jarak sebenarnya tetap sangat jauh. Prinsip ini berlaku untuk seluruh tujuh planet lain—Merkurius selalu muncul sebagai tetangga terdekat dalam perhitungan rata-rata.
Para peneliti menekankan bahwa temuan ini tidak mengubah pemahaman dasar tentang tata letak Tata Surya. Urutan planet tetap sama: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Namun, penelitian ini menyoroti pentingnya metode perhitungan yang tepat ketika membahas jarak antarplanet.
Berita Terkait
-
Gaya Hidup Ramah Bumi: Perpanjang Umur Barang, Kurangi Sampah, Hidup Lebih Sustainable
-
Bumi Kehilangan 324 Miliar Meter Kubik Air Tawar Setiap Tahun
-
IESR: Data Center dan AI Harus Didukung Listrik Bersih, Geothermal Jadi Pilihan
-
Promo Merchant BRI: Jangan Lewatkan Diskon 15% Tiket Planet Sports Run 2026, Catat Tanggalnya!
-
Cantik Berkelanjutan: Aksi Menanam Mangrove sebagai Bentuk Self-Care
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
realme 16 Series 5G Meluncur di Indonesia, Bawa Kamera 200MP dan Zoom Periskop Mulai Rp5 Jutaan
-
Viral Laptop Mugen Core i3 Bantuan Pemerintah Rp14 Jutaan, Ramai Tuai Kritikan
-
31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
-
Link CCTV Tol Cikampek, Pantau Kepadatan Lalu Lintas Buat Mudik Lebaran 2026
-
4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Penuh Saat Mudik, Perjalanan Lebih Efisien
-
Berapa Skor AnTuTu POCO X8 Pro? Chipset Dimensity 8500 Tawarkan Peningkatan Performa
-
realme 16 Pro+ 5G: Mengukuhkan Diri sebagai Raja Portrait Terbaru dengan 200MP dan Telefoto 3.5x
-
Aplikasi Google Translate Hadirkan Fitur Pin, Begini Cara Kerjanya
-
Tanggal Rilis Terungkap, Monster Hunter Stories 3 Segera Hadir ke PC dan Konsol
-
5 HP dengan Kamera Anti Goyang untuk Ngonten Lebaran, Hanya Rp2 Jutaan