- Kaspersky mengungkap penjahat siber menyalahgunakan fitur Team Invitation platform OpenAI untuk kampanye penipuan email.
- Penipu menyematkan pesan menyesatkan atau tautan berbahaya melalui kolom nama organisasi saat membuat akun fiktif.
- Dampak penipuan ini meliputi pencurian data pribadi atau kerugian finansial akibat mengklik tautan atau menghubungi nomor palsu.
Suara.com - Fitur Team Invitation di platform OpenAI bisa disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan kampanye penipuan melalui email yang tampak sepenuhnya sah. Temuan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber global, Kaspersky.
Menurut Kaspersky, para penyerang memanfaatkan mekanisme undangan tim OpenAI untuk mengirimkan email spam langsung dari alamat resmi OpenAI, sehingga sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Modus ini berpotensi menipu korban agar mengklik tautan berbahaya atau menghubungi nomor telepon palsu, yang berujung pada pencurian data pribadi maupun kerugian finansial.
Skema penipuan ini dimulai ketika pelaku mendaftarkan akun di platform OpenAI. Dalam proses pendaftaran, pengguna diminta mengisi nama organisasi, yang ternyata dapat diisi dengan kombinasi simbol atau teks apa pun.
Celah inilah yang dieksploitasi. Penipu menyematkan pesan menyesatkan, tautan phishing, atau nomor telepon palsu langsung ke dalam kolom nama organisasi tersebut.
Setelah organisasi fiktif dibuat, pelaku menggunakan fitur “invite your team” untuk memasukkan alamat email calon korban.
Ketika undangan dikirim, email tersebut secara teknis berasal dari sistem OpenAI, sehingga terlihat kredibel dan lolos dari banyak filter keamanan email.
“Kami mendeteksi beberapa variasi pesan berbahaya yang dikirim dengan cara ini,” ungkap Kaspersky melalui keterangan resminya, Rabu (21/1/2026) .
Jenis penipuan yang ditemukan pun beragam. Salah satunya adalah email promosi palsu, termasuk penawaran layanan dewasa yang bertujuan memancing klik.
Baca Juga: Ancaman Siber Naik Level, ITSEC dan ADIGSI Bentuk Gerakan Nasional
Modus lainnya adalah vishing, yakni pesan yang mengklaim langganan pengguna telah diperpanjang dengan biaya besar.
Korban kemudian diarahkan untuk menghubungi nomor tertentu guna “membatalkan” tagihan, yang justru membuka pintu ke risiko keamanan lanjutan.
Kaspersky menegaskan bahwa jenis ancaman lain juga berpotensi menyebar melalui penyalahgunaan platform OpenAI ini.
Menariknya, teks berbahaya yang ingin ditonjolkan penyerang biasanya terlihat tidak selaras dengan struktur email undangan proyek OpenAI.
Namun, pelaku tampaknya mengandalkan asumsi bahwa sebagian besar korban tidak akan mencermati detail tersebut.
Analis spam senior Kaspersky, Anna Lazaricheva, menyebut kasus ini sebagai contoh nyata bagaimana fitur platform digital dapat dipersenjatai untuk serangan rekayasa sosial.
Berita Terkait
-
ChatGPT Go Resmi Diluncurkan Pertama di Asia Tenggara, Gandeng Telkomsel, Bundling Mulai Rp 50.000
-
Pelindung Digital Buatan Anak Bangsa Ini Hadir di Tengah Maraknya Ancaman Online
-
Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!
-
Synology Catatkan Pertumbuhan Data Melonjak 400 Persen, Hadirkan Solusi AI dan Keamanan Data Tangguh
-
Kala Industri Keamanan Siber Mulai Dilirik Turnamen Esports
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B