Tekno / Gadget
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:20 WIB
Ilustrasi feature phone. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Komdigi menerapkan registrasi kartu SIM baru berbasis biometrik pengenalan wajah untuk meningkatkan keamanan data masyarakat.
  • Tantangan utama registrasi biometrik adalah masih banyak masyarakat di wilayah 3T yang memakai *feature phone* tanpa kamera memadai.
  • Operator telekomunikasi menargetkan penghentian jaringan 2G pada 2026, namun solusi sementara termasuk pendekatan berbasis keluarga diusulkan.

“Dengan begitu, semuanya sudah menggunakan handphone yang berbasis setidaknya 3G atau 4G,” ujarnya.

Roundtable Discussion bertajuk “SUARA PUBLIK: Biometrik SIM Card – Dari Perlindungan Publik, Kekhawatiran Keamanan Data, dan Hak Warga”, Jakarta, Kamis (29/1/2026). [Suara.com/Dythia]

Meski begitu, Merza tidak menutup mata terhadap fakta bahwa sebagian masyarakat, termasuk di wilayah 3T, masih menggunakan feature phone berbasis 2G.

“Kalaupun masih ada, Juli ini mudah-mudahan sudah betul-betul tinggal sedikit, sampai yang di ujung-ujung daerah 3T,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, Merza membuka kemungkinan pendekatan berbasis keluarga atau komunitas.

“Kalau pun masih ada, mudah-mudahan dalam satu keluarga setidaknya ada satu yang sudah punya 4G, jadi bisa membantu mendaftarkan,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan implementasi registrasi SIM berbasis biometrik sangat bergantung pada sosialisasi yang masif dan berkelanjutan, termasuk ke daerah-daerah terpencil.

“Persiapan enam bulan memang harus intens. Sosialisasi akan terus dilakukan, dan mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik,” pungkas Merza.

Load More