- Sepanjang semester 2 tahun 2025, serangan siber di Indonesia mencapai 234 juta, meningkat 75 persen secara signifikan.
- Indonesia menjadi pengirim spam terbesar (56,29%) dan malware terbesar (61,32%) secara global berdasarkan laporan AwanPintar.id.
- Upaya pencurian hak akses admin dan eksploitasi celah keamanan modern menunjukkan serangan yang lebih terorganisir dan agresif.
Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi pengelola IT untuk segera melakukan audit keamanan, terutama pada sistem operasi usang.
Indonesia Jadi Mesin Pengirim Spam dan Malware Dunia
Laporan tersebut juga mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan bahwa Indonesia menjadi pengirim spam terbesar dengan kontribusi 56,29 persen (naik drastis dari 21,45 persen pada semester 1 2025).
Spam email masih menjadi senjata utama penjahat siber karena murah dan efektif, terutama untuk menjalankan skema phishing.
Tak hanya spam, Indonesia juga tercatat sebagai pengirim malware terbesar dengan kontribusi 61,32 persen.
Hal ini mengindikasikan banyak server perusahaan, PC, hingga perangkat IoT di dalam negeri telah terinfeksi dan dijadikan “zombie” untuk menyebarkan malware secara global.
Menariknya, pola serangan menunjukkan malware didistribusikan lebih dulu untuk membangun infrastruktur botnet, sebelum kemudian digunakan dalam kampanye spam massal.
Eksploitasi Celah Keamanan Makin Cepat dan Brutal
Penyerang juga mulai beralih ke eksploitasi celah keamanan modern atau Common Vulnerabilities & Exposures (CVE). Salah satu yang melonjak tajam adalah CVE-2020-11900 pada tumpukan TCP/IP Treck, yang naik dari 1,39 persen menjadi 22,97 persen.
Baca Juga: Serangan Email Berbahaya di Tahun 2025 Naik 15 Persen
Selain itu, eksploitasi terhadap CVE-2018-13379 yang menargetkan infrastruktur VPN Fortinet mencapai 20,12 persen.
Bahkan, celah keamanan pada teknologi pengembangan web modern seperti React Server Components turut menjadi sasaran.
Lebih mengkhawatirkan, banyak CVE yang baru dirilis pada 2025 langsung dieksploitasi di bulan yang sama, khususnya yang berkaitan dengan perangkat IoT dan sistem komunikasi. Ini menunjukkan para aktor siber semakin cepat dan agresif dalam membidik infrastruktur penting.
Ketahanan Siber Nasional di Titik Kritis
AwanPintar.id merekomendasikan perusahaan untuk segera memperbarui firmware perangkat jaringan, melakukan audit akses VPN, serta memprioritaskan patching layanan yang terbuka ke publik guna mencegah pencurian kredensial.
Menutup laporannya, Yudhi Kukuh mengingatkan bahwa pendekatan lama sudah tidak lagi memadai.
“Ketahanan siber nasional saat ini berada pada titik yang krusial di mana pertahanan pasif saja tidak lagi mencukupi. Industri dan perusahaan perlu mengadopsi budaya keamanan digital yang lebih proaktif dengan menerapkan manajemen kerentanan yang ketat,” pungkasnya dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).
Berita Terkait
-
Waspada Link Video Andini Permata, HP Terlanjur Kena Malware? Ini Cara Mengatasinya
-
Awas! Ada Malware Nyamar Jadi Asisten AI, Bisa Curi Data Kamu
-
89 Akun Pengguna Disney+ di Indonesia Jadi Target Penjahat Siber
-
Waspad Ancaman Siber Drive USB Meningkat, Tercatat 50 Juta Serangan Malware di 2024
-
Pemilik Smartphone Indonesia Jadi Sasaran Empuk Virus Trojan Triada
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Game Anyar World of Tanks HEAT Segera Debut, Ada 15 Kendaraan Kustom
-
Bahaya Deepfake AI Mengancam Dokumen Digital, Tanda Tangan Elektronik Jadi Solusi Aman
-
4 HP Motorola RAM 8 GB dan Baterai Awet Seharian, Termurah Mulai Rp2 Jutaan
-
21 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Mei 2026: Bocoran TOTS Rilis, Sikat Icon Marco Van Basten
-
Telkomsel Catat Laba Rp19,7 Triliun di 2025, Fokus Perkuat AI dan Ekosistem Digital Indonesia
-
29 Kode Redeem FF Terbaru 21 Mei 2026: Sikat Habis M82B Golden dan Skin Katana Keren
-
Daftar Harga HP Infinix Seri Note Terbaru 2026, Midrange Spek Kencang
-
ITSEC Asia Perkuat Keamanan Siber dan AI Indonesia, Talenta Muda 14 Tahun Jadi Sorotan
-
Terpopuler: 5 HP Snapdragon Kencang di Bawah Rp2 Juta, Laptop Ultra-Tipis Lenovo
-
HP Murah Infinix Hot 70 Siap ke Indonesia: Usung Memori Lega 256 GB, Bodi Unik