- Pada tahun 2025, 44,99 persen email global mengandung spam, dengan lebih dari 144 juta lampiran berbahaya terdeteksi.
- Asia Pasifik memimpin dalam deteksi antivirus email sebesar 30 persen, sementara China memiliki lampiran berbahaya tertinggi (14 persen).
- Tren ancaman meliputi pengalihan ke pesan instan dan penggunaan kode QR untuk menyamarkan tautan phishing dalam email.
Suara.com - Menurut telemetri Kaspersky, sebanyak 44,99 persen email dari lalu lintas global adalah mengandung spam pada tahun 2025.
Spam tidak hanya terdiri dari email yang tidak diminta, tetapi juga dapat mencakup berbagai ancaman email seperti penipuan, phishing, dan malware.
Pada tahun 2025, individu dan pengguna korporat menghadapi lebih dari 144 juta lampiran email berbahaya sekaligus menunjukkan peningkatan 15 persen dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Asia Pasifik memiliki pangsa terbesar dalam deteksi antivirus email, mencapai 30 persen, diikuti oleh Eropa dengan 21 persen.
Selanjutnya adalah Amerika Latin (16 persen) dan Timur Tengah (15 persen), Rusia dan CIS (12 persen), dan Afrika (6 persen).
Sedangkan untuk masing-masing negara, China memiliki tingkat lampiran email berbahaya tertinggi, dengan pangsa deteksi antivirus email sebesar 14 persen.
Rusia berada di peringkat kedua (11 persen), diikuti oleh Meksiko (8 persen), Spanyol (8 persen), dan Turki (5 persen).
Deteksi antivirus pada email mencapai puncaknya secara moderat pada bulan Juni, Juli, dan November.
Analisis tahunan Kaspersky juga telah mengidentifikasi beberapa tren yang terus berlanjut dalam lanskap ancaman spam dan phishing email yang diperkirakan akan berlanjut hingga tahun 2026.
Baca Juga: Pertama Kali, WhatsApp Call Pelanggan IM3 Aman dari Spam dan Scam
Penyerang memancing pengguna email untuk beralih ke aplikasi pesan instan atau menghubungi nomor telepon palsu. Misalnya, email penipuan investasi dapat mengarahkan korban ke situs web palsu, di mana mereka diminta untuk memberikan informasi kontak mereka, dan kemudian penjahat siber akan menindaklanjuti dengan panggilan telepon.
Pelaku ancaman sering mencoba menyamarkan URL phishing, misalnya, dengan bantuan layanan perlindungan tautan dan kode QR. Kode QR ini sering disematkan langsung di badan email atau di dalam lampiran PDF, yang tidak hanya menyembunyikan tautan phishing tetapi juga mendorong pengguna untuk memindainya di perangkat seluler, berpotensi mengeksploitasi langkah-langkah keamanan yang lebih lemah daripada PC perusahaan.
Para ahli Kaspersky menemukan taktik penipuan yang menyalahgunakan fitur pembuatan organisasi dan undangan tim OpenAI untuk mengirim email spam dari alamat OpenAI yang sah, berpotensi menipu pengguna untuk mengklik tautan penipuan atau menghubungi nomor telepon palsu.
Selain itu, skema phishing berbasis kalender, yang berasal dari akhir tahun 2010-an, muncul kembali tahun lalu dengan fokus pada pengguna korporat.
“Email phishing tidak boleh diremehkan. Laporan kami mengungkapkan bahwa satu dari sepuluh serangan bisnis dimulai dengan phishing, dengan sebagian besar berupa Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut (Advanced Persistent Threats/APT)," kata Roman Dedenok, pakar anti-spam di Kaspersky, dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026).
Pada tahun 2025, terlihat peningkatan kecanggihan serangan email yang ditargetkan. Bahkan detail terkecil pun dirancang dengan cermat dalam kampanye berbahaya ini, termasuk komposisi alamat pengirim dan penyesuaian konten dengan peristiwa dan proses internal perusahaan yang sebenarnya.
Berita Terkait
-
Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!
-
Awas! Nonton Demon Slayer Gratis Bisa Jadi Jebakan Penjahat Siber!
-
Gawat! Deepfake Real-Time Mulai Dijual di Darknet, Harganya Cuma Segini
-
Pakar Kaspersky Mengidentifikasi Agen Serangan Siber Perusahaan Rusia, Backdoor Loki Berbahaya!
-
Peluncuran iPhone 17 Picu Penipuan Online di Seluruh Dunia
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
TWS Moto Buds 2 Rilis di Asia: Kolaborasi dengan Bose, Baterai Tahan Lama
-
5 HP Midrange Terbaru Siap ke Indonesia: Baterai 9.020 mAh, RAM 12 GB, dan Chip Kencang
-
Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo
-
HP Midrange Honor Bawa Baterai 12.000 mAh dan Chip Anyar Dimensity, Performa Kencang
-
Vivo Y500 Lolos Sertifikasi di Indonesia, HP Midrange Anyar dengan Baterai Jumbo
-
Gojek Hapus Program Langganan GoRide Hemat Buat Driver, Begini Dampaknya
-
Nintendo Segera Rilis Pictonico, Game Mobile 'Absurd' yang Butuh Foto Selfie
-
Bocoran Harga Realme 16T Beredar: Siap ke Indonesia, Baterai 8.000 mAh Tahan 3 Hari
-
Samsung Galaxy A27 dan Galaxy M47 Kompak Pakai Snapdragon, Tradisi Exynos Hilang?
-
Virtuos Tertarik Hadirkan Port GTA 5 dan Red Dead Redemption 2 di Nintendo Switch