Tekno / Internet
Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:48 WIB
Peluncuran SHECURE Digital perlindungan perempuan dan anak di ruang digital, di Jakarta, Jumat (27/2/2026). [ITSEC]
Baca 10 detik
  • PT ITSEC Asia dan UNFPA meluncurkan program SHECURE Digital untuk memperkuat perlindungan perempuan dari kekerasan berbasis gender di ekosistem digital Indonesia.
  • Program ini merespons data SPHPN 2024 menunjukkan 7,2 juta perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan digital sepanjang hidup mereka.
  • SHECURE Digital berfokus pada tiga pilar utama: SHECURE EDU (edukasi), SHECURE SHIELD (teknologi perlindungan), dan SHECURE VOICES (advokasi).

Menurutnya, SHECURE Digital dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang membumi, relevan, dan dapat digunakan dalam situasi sehari-hari.

Peluncuran SHECURE Digital perlindungan perempuan dan anak di ruang digital, di Jakarta, Jumat (27/2/2026). [ITSEC]

"Ini adalah kontribusi kami untuk memperkuat agenda nasional perlindungan perempuan dan anak di era digital,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menyoroti pentingnya kolaborasi multisektor.

“Kekerasan digital memiliki dampak nyata terhadap kesehatan mental, sosial, dan masa depan perempuan dan anak. SHECURE Digital menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemerintah dapat memperkuat perlindungan yang berkelanjutan dan berpusat pada manusia.”

Tiga Pilar Utama SHECURE Digital

SHECURE Digital dibangun di atas tiga pilar strategis, yakni pencegahan, perlindungan, dan pemberdayaan.

Pertama, SHECURE EDU yang merupakan fokus pada edukasi dan literasi pertahanan diri digital bagi perempuan dan remaja. Peserta dibekali pemahaman praktis mengenai manajemen privasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan strategi menghadapi pelecehan dan penipuan online.

Kedua, SHECURE SHIELD yang menghadirkan perlindungan teknis berbasis pendekatan privacy-first, memastikan pengguna tetap memiliki kendali penuh atas data dan aktivitas digital mereka tanpa pengawasan berlebihan.

Teknologi pendukungnya adalah IntelliBro Aman, solusi keamanan digital yang dikembangkan ITSEC Asia. Sistem ini mampu mendeteksi potensi penipuan digital, mengidentifikasi aplikasi berisiko, memberi peringatan terhadap tautan berbahaya, dan mengawasi aktivitas mencurigakan.

Baca Juga: Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B

Dengan dukungan kecerdasan buatan dan analisis ancaman, IntelliBro Aman memberikan perlindungan berlapis tanpa mengumpulkan atau mengeksploitasi data pribadi pengguna.

Pendekatan ini memastikan teknologi menjadi alat perlindungan proaktif, bukan instrumen pengawasan.

Ketiga, SHECURE VOICES yang mendorong advokasi berbasis komunitas melalui kampanye kesadaran, ruang dialog, dan penguatan suara perempuan serta generasi muda.

Tujuannya jelas, yakni membangun budaya digital yang aman, saling menghormati, dan memberi keberanian untuk berbicara serta mencari bantuan saat menghadapi kekerasan daring.

Membangun Ekosistem Digital yang Aman dan Bermartabat

SHECURE Digital bukan sekadar program teknologi, melainkan gerakan kolaboratif untuk memastikan perempuan dan anak dapat berpartisipasi dalam transformasi digital dengan rasa aman dan bermartabat.

Load More