- PT ITSEC Asia dan UNFPA meluncurkan program SHECURE Digital untuk memperkuat perlindungan perempuan dari kekerasan berbasis gender di ekosistem digital Indonesia.
- Program ini merespons data SPHPN 2024 menunjukkan 7,2 juta perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan digital sepanjang hidup mereka.
- SHECURE Digital berfokus pada tiga pilar utama: SHECURE EDU (edukasi), SHECURE SHIELD (teknologi perlindungan), dan SHECURE VOICES (advokasi).
Menurutnya, SHECURE Digital dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang membumi, relevan, dan dapat digunakan dalam situasi sehari-hari.
"Ini adalah kontribusi kami untuk memperkuat agenda nasional perlindungan perempuan dan anak di era digital,” tambah dia.
Sementara itu, Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, menyoroti pentingnya kolaborasi multisektor.
“Kekerasan digital memiliki dampak nyata terhadap kesehatan mental, sosial, dan masa depan perempuan dan anak. SHECURE Digital menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, mitra pembangunan, dan pemerintah dapat memperkuat perlindungan yang berkelanjutan dan berpusat pada manusia.”
Tiga Pilar Utama SHECURE Digital
SHECURE Digital dibangun di atas tiga pilar strategis, yakni pencegahan, perlindungan, dan pemberdayaan.
Pertama, SHECURE EDU yang merupakan fokus pada edukasi dan literasi pertahanan diri digital bagi perempuan dan remaja. Peserta dibekali pemahaman praktis mengenai manajemen privasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, dan strategi menghadapi pelecehan dan penipuan online.
Kedua, SHECURE SHIELD yang menghadirkan perlindungan teknis berbasis pendekatan privacy-first, memastikan pengguna tetap memiliki kendali penuh atas data dan aktivitas digital mereka tanpa pengawasan berlebihan.
Teknologi pendukungnya adalah IntelliBro Aman, solusi keamanan digital yang dikembangkan ITSEC Asia. Sistem ini mampu mendeteksi potensi penipuan digital, mengidentifikasi aplikasi berisiko, memberi peringatan terhadap tautan berbahaya, dan mengawasi aktivitas mencurigakan.
Baca Juga: Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
Dengan dukungan kecerdasan buatan dan analisis ancaman, IntelliBro Aman memberikan perlindungan berlapis tanpa mengumpulkan atau mengeksploitasi data pribadi pengguna.
Pendekatan ini memastikan teknologi menjadi alat perlindungan proaktif, bukan instrumen pengawasan.
Ketiga, SHECURE VOICES yang mendorong advokasi berbasis komunitas melalui kampanye kesadaran, ruang dialog, dan penguatan suara perempuan serta generasi muda.
Tujuannya jelas, yakni membangun budaya digital yang aman, saling menghormati, dan memberi keberanian untuk berbicara serta mencari bantuan saat menghadapi kekerasan daring.
Membangun Ekosistem Digital yang Aman dan Bermartabat
SHECURE Digital bukan sekadar program teknologi, melainkan gerakan kolaboratif untuk memastikan perempuan dan anak dapat berpartisipasi dalam transformasi digital dengan rasa aman dan bermartabat.
“Tanggung jawab kita jelas, memastikan perempuan dan anak perempuan dapat berpartisipasi dalam masa depan digital dengan percaya diri, bermartabat, dan dengan perlindungan hak yang utuh,” pungkas Menteri Arifah.
Berita Terkait
-
Servis Elektronik Kini Bisa Dipantau Real Time Cukup dari Platform
-
Hobi Lari dan Pakai Smartwatch? Kaspersky Ungkap Bahaya Tersembunyi Pelacak Kebugaran
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
Dokumen Digital Jadi Senjata Baru Penipuan, Privy dan Komdigi Dorong Budaya Verifikasi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Lantik Perwira Baru, Prabowo Ingatkan Jangan Pernah Korupsi
-
Sinopsis 'Other Mommy': Ketika Ibu Kandung Sendiri Berubah Jadi Entitas Menyeramkan
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?
-
Prabowo Berencana Bentuk Dewan Pengawas BGN, Nanik Diminta Jadi Ketua
-
Kas PTPP Mengering, Utang Bank Membengkak Nyaris Tiga Kali Lipat
-
DPR Dukung Nanik Tetap Awasi BGN Meski Mundur sebagai Kepala
-
Ole Romeny Berpotensi Duet dengan Mohamed Ihattaren di Fortuna Sittard, Kombinasi Mematikan?
-
Rumah Bocor Malah Usir Pemiliknya: Sengkarut Narasi 'Pindah Negara'
-
Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas