Tekno / Internet
Sabtu, 07 Maret 2026 | 12:26 WIB
Ilustrasi malware di smartphone. [Kaspersky]
Baca 10 detik
  • Serangan Trojan perbankan pada perangkat Android melonjak 56 persen di tahun 2025, menargetkan pencurian kredensial finansial korban.
  • Kaspersky mendeteksi lonjakan 271 persen paket instalasi Trojan baru, dengan Mamont dan Creduz sebagai keluarga malware aktif utama.
  • Ditemukan tren mengkhawatirkan mengenai *backdoor* seperti Triada yang sudah terpasang pada *firmware* ponsel Android baru.

Suara.com - Ancaman keamanan digital di perangkat mobile semakin meningkat. Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa serangan Trojan perbankan, pada ponsel Android melonjak tajam sepanjang 2025, dengan kenaikan mencapai 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam laporan bertajuk Mobile Malware Evolution, Kaspersky menjelaskan bahwa malware jenis ini dirancang khusus untuk mencuri kredensial pengguna, mulai dari data perbankan online, layanan pembayaran digital, hingga informasi kartu kredit.

Para pelaku kejahatan siber biasanya menyebarkan Trojan tersebut melalui aplikasi perpesanan maupun halaman web berbahaya yang mengelabui pengguna agar mengunduh file berbahaya.

Paket Malware Baru Melonjak 271 Persen

Data Kaspersky juga menunjukkan lonjakan signifikan pada jumlah paket instalasi Trojan perbankan baru berbasis Android. Sepanjang 2025, tercatat 255.090 file APK berbahaya, meningkat 271 persen dibandingkan 2024.

Kenaikan drastis ini mengindikasikan bahwa malware perbankan masih menjadi alat yang sangat menguntungkan bagi penjahat siber.

Beberapa keluarga Trojan yang paling banyak terdeteksi antara lain Mamont dan Creduz, yang diketahui aktif mencuri informasi finansial korban melalui berbagai metode serangan digital.

Ilustrasi malware. [Pixabay]

Ancaman Baru: Malware Sudah Terpasang di Ponsel

Selain lonjakan Trojan perbankan, para peneliti juga menemukan tren baru yang lebih mengkhawatirkan, yaitu malware yang sudah tertanam di perangkat sejak awal pembelian.

Baca Juga: Fortnite Kembali ke Android: Akhir Drama Epic vs Google di Play Store!

Analis malware dari Kaspersky, Anton Kivva, mengatakan sejumlah backdoor seperti Triada dan Keenadu kini lebih sering ditemukan pada perangkat Android.

“Meskipun Trojan perbankan untuk ponsel pintar adalah jenis malware yang paling cepat berkembang, kami juga mengamati tren penting lainnya, yaitu backdoor yang sudah terpasang sebelumnya muncul lebih sering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Anton dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa beberapa pengguna bahkan membeli perangkat Android baru yang sebenarnya sudah terinfeksi malware tanpa menyadarinya.

“Setelah terintegrasi ke dalam firmware, backdoor yang sudah terpasang sebelumnya dapat memberi penyerang kendali tak terbatas atas ponsel korban. Akibatnya, semua informasi di perangkat tersebut bisa dikompromikan,” jelasnya.

Sulit Dihapus dari Perangkat

Masalahnya, malware yang tertanam di firmware jauh lebih sulit dihapus dibandingkan aplikasi berbahaya biasa.

Load More