- Indonesia berpotensi memproduksi bioetanol dari tebu, singkong, jagung, padi, serta kelapa sawit guna mendukung kebutuhan energi nasional.
- Pemanfaatan hasil pertanian lokal tersebut bertujuan menekan biaya BBM, mengurangi impor energi, dan menurunkan tingkat emisi karbon.
- Pengembangan bioetanol secara serius dapat membuka pasar bagi petani lokal serta memperkuat target transisi energi bersih Indonesia.
Suara.com - Isu energi terbarukan semakin relevan di Indonesia, terutama dengan kebutuhan menekan impor BBM dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu solusi yang banyak dibicarakan adalah etanol atau bioetanol, bahan bakar nabati yang bisa dicampur dengan bensin untuk menekan biaya sekaligus emisi.
Menariknya, Indonesia punya banyak hasil pertanian yang bisa diolah jadi etanol. Apa saja?
1. Tebu
Tebu adalah bahan baku utama produksi bioetanol di banyak negara. Dari sari tebu atau molase (produk sampingan gula), etanol bisa dihasilkan lewat proses fermentasi.
Indonesia sebagai produsen gula punya potensi besar, apalagi di Jawa Timur dan Lampung yang dikenal sebagai sentra tebu.
2. Singkong
Singkong adalah komoditas murah dan mudah ditanam di berbagai daerah. Kandungan pati tinggi membuatnya ideal untuk diolah jadi etanol.
Prosesnya mirip dengan pembuatan tape atau alkohol, hanya saja dioptimalkan untuk menghasilkan bahan bakar.
Baca Juga: Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol
Singkong juga jadi pilihan strategis karena produksinya melimpah dan bisa mendukung petani kecil.
3. Jagung
Jagung tidak hanya untuk pangan dan pakan ternak, tapi juga bisa jadi sumber etanol. Kandungan karbohidratnya tinggi sehingga bisa difermentasi menjadi alkohol.
Amerika Serikat bahkan menjadikan jagung sebagai bahan utama bioetanol. Di Indonesia, jagung banyak ditanam di Sulawesi dan Nusa Tenggara, sehingga potensinya besar jika diarahkan ke energi.
4. Padi (Beras dan Jerami)
Selain beras, limbah pertanian padi seperti jerami juga bisa diolah menjadi etanol. Teknologi terbaru memungkinkan selulosa dari jerami difermentasi menjadi bioetanol.
Berita Terkait
-
Pemerintah Guyur Insentif 'Pemanis' Buat Investor Bioetanol
-
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
-
Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan
-
Negara Asia Tenggara Alami Krisis BBM, Antrean Berjam-jam hingga Sekolah Diliburkan
-
Perkuat Stok, Bahlil Buka Opsi Impor BBM dari Rusia
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
5 HP Infinix Harga Rp1 Jutaan Juni 2026: RAM Besar, Lancar untuk Multitasking sampai Gaming
-
Bocoran Harga Infinix Hot 70 Pro 5G, Andalkan Chip Dimensity 7100 Terbaru
-
31 Update Terbaru Apple di WWDC 2026: Dari iOS 27 hingga Siri AI yang Makin Pintar
-
OnePlus Siapkan HP Baru dengan Baterai 10.000 mAh dan Chip Flagship Anyar
-
Rp2 Jutaan dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Multitasking
-
Jam Berapa Bisa Melihat Hujan Meteor Arietid 10 Juni 2026? Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
-
Daftar Lengkap iPhone yang Terima Update iOS 27 dari Apple
-
5 HP Baru Keluaran Juni 2026, Midrange Makin Mirip Flagship
-
62 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Juni 2026: Peluang Dapat HP Gratis dan Jersey Pildun
-
7 Smartwatch dengan NFC 2026, Praktis untuk Pembayaran Digital dan Aktivitas Harian