-
Bandara Internasional Kuwait mengalami kerusakan material akibat serangan drone tanpa ada korban jiwa.
-
Konflik dipicu oleh serangan Amerika-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran pada Februari.
-
Pasukan Quds Iran bersumpah melanjutkan serangan balasan hingga musuh mereka berhasil dikalahkan.
Suara.com - Kawasan Timur Tengah kini berada dalam titik nadir keamanan yang sangat mengkhawatirkan bagi dunia.
Fasilitas vital di Bandara Kuwait baru saja menjadi sasaran empuk serangan pesawat nirawak atau drone.
Rentetan drone tersebut menghujam area bandara hingga menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan di lokasi.
Beruntung pihak otoritas setempat melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan tersebut.
Situasi mencekam ini segera ditangani oleh tim darurat untuk mengamankan seluruh area penerbangan sipil.
Juru bicara otoritas penerbangan memberikan penjelasan resmi mengenai langkah taktis yang diambil oleh pemerintah.
"Insiden tersebut ditangani sesuai dengan rencana darurat yang berlaku sejak awal krisis, dengan koordinasi penuh dengan pihak berwenang terkait," kata juru bicara otoritas tersebut, Abdullah al-Rajhi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada kantor berita pemerintah Kuwait guna menenangkan kepanikan publik yang meluas.
Al-Rajhi memastikan bahwa protokol keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah ancaman serangan udara.
Baca Juga: Iran Bebas Ekspor Minyak ke China saat 6 kapal Tanker Dibom di Selat Hormuz, Kok Trump Diam Saja?
Upaya mitigasi dilakukan secara intensif agar operasional bandara tidak lumpuh total akibat kerusakan teknis.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk memulihkan stabilitas keamanan di zona transportasi udara internasional tersebut.
Al-Rajhi menegaskan komitmen otoritas untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan sipil di Kuwait.
Langkah preventif kini diperketat guna mengantisipasi adanya gelombang serangan susulan yang mungkin terjadi kembali.
Investigasi mendalam terus dilakukan untuk menghitung kerugian serta memperkuat sistem pertahanan udara domestik.
Sektor penerbangan menjadi sangat rentan sejak pecahnya konflik bersenjata di wilayah negara tetangga terdekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, Pemprov DKI Siapkan 3 Rusun dan Fasilitas Lengkap
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Kata-kata Berani Penembak di Gala Dinner Donald Trump
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi