- Serangan rantai pasokan menjadi ancaman siber dominan tahun 2025, berdampak pada 31 persen perusahaan global.
- Asia Pasifik mengalami intensitas tinggi, dengan China (40 persen) dan Vietnam (34 persen) paling terdampak.
- Mayoritas perusahaan (hanya 9 persen) masih meremehkan risiko serangan rantai pasokan ini secara signifikan.
Suara.com - Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkap bahwa serangan rantai pasokan (supply chain attack) menjadi salah satu ancaman paling dominan yang dihadapi perusahaan global, termasuk di kawasan Asia Pasifik sepanjang 2025.
Data menunjukkan, hampir 1 dari 3 perusahaan di dunia (31 persen) telah terdampak serangan ini dalam 12 bulan terakhir, yang menjadikannya ancaman paling umum dibanding jenis serangan siber lainnya.
Asia Pasifik Jadi Target Empuk Serangan Siber
Di kawasan Asia Pasifik, intensitas serangan bahkan lebih tinggi di beberapa negara. China mencatat angka tertinggi dengan 40 persen perusahaan terdampak, disusul Vietnam (34 persen), India (29 persen), Singapura (26 persen), dan Indonesia (20 persen).
Menurut World Economic Forum, sebanyak 65 persen perusahaan besar menganggap kerentanan rantai pasokan dan pihak ketiga sebagai hambatan utama dalam menjaga ketahanan siber mereka.
Perusahaan Besar Lebih Rentan
Perusahaan besar menjadi target utama karena kompleksitas ekosistem digitalnya. Rata-rata, perusahaan besar mengelola hingga 100 pemasok teknologi dan lebih dari 130 kontraktor, membuka banyak celah bagi peretas.
Kondisi ini memicu meningkatnya serangan hubungan tepercaya (trusted relationship attack), di mana hacker mengeksploitasi koneksi resmi antar organisasi.
Secara global, serangan ini telah menyerang sekitar 25 persen perusahaan, dengan Singapura menjadi negara paling terdampak di Asia Pasifik.
Baca Juga: Kaspersky Mencatat Hampir 15 Juta Ancaman Web Di Indonesia Tahun 2025
Ancaman Sering Diremehkan Perusahaan
Ironisnya, meski sering terjadi, banyak perusahaan justru meremehkan ancaman ini. Hanya 9 persen bisnis global yang menganggap serangan rantai pasokan sebagai prioritas utama keamanan mereka.
Padahal, dampaknya bisa langsung mengganggu operasional bisnis secara signifikan.
Kepala Pusat Operasi Keamanan di Kaspersky, Sergey Soldatov, menegaskan pentingnya pendekatan keamanan yang lebih luas.
“Kami beroperasi dalam ekosistem digital di mana setiap koneksi, setiap pemasok, dan setiap integrasi menjadi bagian dari profil keamanan kami. Melindungi perusahaan modern membutuhkan pendekatan ekosistem, bukan hanya sistem individual,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (23/3/2026).
Sementara itu, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky, Adrian Hia, menyoroti adanya kesenjangan antara persepsi dan realitas risiko.
Berita Terkait
-
Situs Web Kamu Bisa Jadi Sarang Konten Ilegal Tanpa Sadar, Ini Modus Kejahatan Siber Terbaru!
-
Awas! Nonton Demon Slayer Gratis Bisa Jadi Jebakan Penjahat Siber!
-
Synology Catatkan Pertumbuhan Data Melonjak 400 Persen, Hadirkan Solusi AI dan Keamanan Data Tangguh
-
Gawat! Deepfake Real-Time Mulai Dijual di Darknet, Harganya Cuma Segini
-
Pakar Kaspersky Mengidentifikasi Agen Serangan Siber Perusahaan Rusia, Backdoor Loki Berbahaya!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
61 Kode Redeem FF Terbaru 23 Maret 2026, Klaim Joker Bundle dan Diamond Gratis
-
Daftar Harga HP Infinix 2026 Semua Seri, Mana yang Cocok Untukmu?
-
Samsung Galaxy M17e 5G Debut, HP Murah Rp2 Jutaan Ini Usung Baterai Jumbo
-
38 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 23 Maret 2026: Klaim Draft Voucher, Pemain, dan Permata
-
7 HP Gaming Refresh Rate 120Hz Termurah, Baterai Badak Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
7 Tablet Anak Pengganti HP untuk Gaming dan Belajar, Bonus Stylus Pen Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Lenovo dan MSI Siap Luncurkan Laptop dengan Intel Core Ultra 7 serta NVIDIA RTX 5070
-
Death Stranding 2 Pecahkan Rekor di PC, Jadi Jawaban Telak untuk Sony