Tekno / Internet
Senin, 23 Maret 2026 | 14:45 WIB
ilustrasi serangan siber. (unsplash/Rohan)
Baca 10 detik
  • Serangan rantai pasokan menjadi ancaman siber dominan tahun 2025, berdampak pada 31 persen perusahaan global.
  • Asia Pasifik mengalami intensitas tinggi, dengan China (40 persen) dan Vietnam (34 persen) paling terdampak.
  • Mayoritas perusahaan (hanya 9 persen) masih meremehkan risiko serangan rantai pasokan ini secara signifikan.

“Persepsi risiko tidak selalu sebanding dengan kerentanan aktual. Kesalahan dalam menilai risiko ini dapat menghambat investasi keamanan siber yang memadai,” jelasnya.

Ancaman siber sepanjang 2025. [Kaspersky]

Tantangan Baru di Era Ekosistem Digital

Dengan semakin terhubungnya sistem bisnis, serangan rantai pasokan berpotensi menimbulkan efek domino lintas industri dan negara.

Para pakar menilai, perusahaan yang ingin tetap kompetitif harus mulai memperkuat pertahanan siber secara menyeluruh, tidak hanya pada sistem internal, tetapi juga seluruh jaringan mitra dan pemasok.

Di era digital saat ini, keamanan bukan lagi sekadar proteksi, melainkan fondasi utama keberlangsungan bisnis.

Load More