Suara.com - Handala Hack Team mendadak mencuri perhatian usai aksinya membobol informasi rahasia berkaitan inltejen AS-Israel.
Kelompok ini mengeklaim telah berhasil melumpuhkan sistem keamanan FBI dan membobol akun email pribadi Direktur FBI, Kash Patel.
Aksi ini disebut sebagai serangan balasan setelah domain milik Handala disita pemerintah AS pasca-peretasan perusahaan teknologi medis, Stryker.
"Informasi rahasia Kash Patel, termasuk email, dokumen, dan file sensitif lainnya kini tersedia untuk publik," tulis pernyataan kelompok tersebut melalui saluran Telegram mereka. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa peretasan tersebut memang terjadi dan sebagian materi yang bocor tampak otentik.
Lantas, siapa sebenarnya kelompok di balik nama "Handala" ini?
Simbol Perlawanan dari Karakter Kartun
Nama "Handala" sendiri bukanlah kata sembarangan. Nama ini diambil dari karakter kartun politik legendaris yang diciptakan pada tahun 1969 oleh Naji al-Ali.
Karakter anak kecil yang membelakangi penonton ini merupakan simbol personifikasi rakyat Palestina dan lambang perlawanan terhadap penindasan.
Dengan menggunakan identitas ini, kelompok tersebut memosisikan diri mereka sebagai pejuang siber pro-Palestina.
Baca Juga: Iran Siapkan Rencana Darurat Keluar dari NPT Nuklir Demi Balas Serangan Udara Israel
Meskipun tampil sebagai kelompok aktivis (hacktivist), para peneliti keamanan siber Barat dan pejabat Amerika Serikat memiliki pandangan berbeda. Handala secara luas diyakini sebagai kedok bagi operasi intelijen pemerintah Iran.
Berdasarkan laporan Govinfosecurity, kelompok ini diduga kuat dioperasikan di bawah Kementerian Intelijen Iran. Para ahli keamanan siber melacak mereka melalui berbagai nama sandi, antara lain, Banished Kitten, Storm-0842, dan Void Manticore (menurut laporan Check Point Software).
Lembaga riset Check Point menyebut Void Manticore sebagai salah satu kelompok paling agresif dalam menjalankan tujuan strategis rezim Teheran melalui operasi siber.
Gary Warner dari DarkTower juga menambahkan bahwa Handala berada di "kelas yang berbeda" dibandingkan kelompok peretas amatir lainnya karena kecanggihan teknik serangan mereka.
Handala dikenal sering menggabungkan pencurian data (data breach) dengan kebocoran publik yang bertujuan untuk mempermalukan atau mengintimidasi targetnya.
Mereka tidak hanya mencuri informasi, tetapi juga melakukan sabotase infrastruktur.
Berita Terkait
-
Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan
-
Malaysia Bela Palestina dan Iran, Tangkap 8 Warga Israel yang Nyasar karena AI
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Hacker Iran Retas Email Bos FBI Kash Patel, AS Gelar Sayembara Rp157 Miliar
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pusat AI Resmi Beroperasi di UGM, Pemerintah Soroti Pentingnya Inovasi Berbasis Masalah Riil
-
Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI
-
1 WNI Hilang saat Kapal MV Tihamah Diserang di Laut Merah, Ini Kata-kata Kemlu RI
-
Link Twibbon Hari Pramuka Terbaru Lengkap Berbagai Tema, Tanpa Perlu Download
-
Ledakan Hebat SPPG Puri Medali Mojokerto, 5 Orang Alami Luka Bakar Serius
-
Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading
-
Jokowi Hadiri Sidang Tahunan di DPR, Datang Sendiri Pakai Mobil BMW Listrik
-
Maulid Nabi 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Liburnya
-
Impact Investing Indonesia Tembus 1,5 Miliar Dolar AS, Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Dampak
-
Harga Emas di Pegadaian Naik! Cek Rincian Logam Mulia Galeri24 dan UBS Hari Ini