-
Houthi mengancam tutup Bab Al Mandab sebagai dukungan militer penuh untuk perjuangan Iran.
-
Blokade jalur laut strategis bertujuan menekan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik regional.
-
Keputusan militer Yaman diambil secara mandiri guna merespons agresi terhadap kedaulatan wilayah Palestina.
Suara.com - Situasi perang di kawasan Timur Tengah kini berada pada titik didih yang sangat mengkhawatirkan bagi dunia.
Ketegangan ini semakin memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat konfrontasi langsung melawan kekuatan militer Iran.
Kini kelompok Houthi yang merupakan sekutu dekat Iran di Yaman mulai mengambil langkah yang sangat berani.
Mereka secara terang-terangan memberikan ancaman untuk memutus akses utama di gerbang perairan Selat Bab Al Mandab.
Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas militer terhadap Teheran yang terus ditekan oleh kekuatan barat.
Kelompok ini sebelumnya telah membuktikan keterlibatan mereka dengan meluncurkan berbagai rudal balistik ke arah wilayah pendudukan.
Serangan tersebut merupakan respons atas tindakan agresi yang dilakukan oleh pihak Israel dan Amerika Serikat belakangan ini.
Tidak berhenti di situ milisi di Yaman ini membuka peluang besar untuk melakukan blokade total di wilayah laut.
Fokus utama mereka adalah menyasar kapal-kapal dagang maupun militer yang terafiliasi dengan Washington dan sekutunya.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Transportasi Umum di Australia Gratis
"Kami berkoordinasi bersama dengan saudara-saudara kami di Iran, Lebanon, dan Irak," kata Mohammed Mansour.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh wakil menteri informasi pemerintahan Houthi kepada media Televisi Al Araby baru-baru ini.
Kehadiran Houthi dalam kancah peperangan ini bertujuan untuk menyokong kekuatan Iran yang sedang menghadapi pertempuran berskala besar.
Mereka merasa memiliki ikatan kuat dengan kelompok Hizbullah di Lebanon yang juga terlibat aktif dalam konflik tersebut.
Mansour menegaskan bahwa keterlibatan militer Yaman dilakukan guna memperbesar tekanan psikologis dan fisik bagi lawan mereka.
"(Yaman) memikul tanggung jawab moral, agama, dan kemanusiaan terhadap Iran, Hizbullah, dan Pasukan Mobilisasi Rakyat Irak," kata Mansour.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak