- Peneliti menemukan dua lubang hitam supermasif yang diduga saling mengorbit dan menuju tabrakan.
- Peristiwa ini diperkirakan bisa terjadi dalam sekitar 100 tahun dan menghasilkan gelombang gravitasi besar.
- Temuan ini berasal dari analisis data radio teleskop dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah astronomi internasional.
Suara.com - Para astronom menemukan pasangan lubang hitam supermasif yang diduga sedang berada dalam proses tarik-menarik menuju tabrakan besar.
Jika benar, peristiwa kosmik ini diperkirakan bisa terjadi dalam sekitar 100 tahun ke depan dan berpotensi menghasilkan gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi dari Bumi.
Menyadur informasi dari Live Science Plus pada Senin, 20 April 2026, berikut ini fakta-fakta dua black holes supermasif yang diduga akan bertabrakan dalam kurun waktu 100 tahun.
Objek sangat terang yang ternyata bukan satu lubang hitam
Penelitian ini berawal dari pengamatan objek sangat terang di alam semesta yang sebelumnya dikira blazar. Objek ini berada sekitar 500 juta tahun cahaya dari tata surya.
Diketahui, blazar dikenal sebagai salah satu objek paling terang di alam semesta karena memancarkan jet energi berintensitas tinggi yang mengarah ke Bumi.
Namun, pengamatan terbaru menunjukkan adanya sesuatu yang tidak biasa pada objek di galaksi Markarian 501.
Data radio teleskop ungkap keberadaan dua jet energi
Dengan menganalisis lebih dari 80 data dari jaringan Very Long Baseline Array, para peneliti menemukan pola aneh pada jet energi yang dipancarkan.
Baca Juga: 10 Penemuan Baru tentang Lubang Hitam yang Mengejutkan Sepanjang Tahun 2024
Alih-alih hanya satu jet utama, terdapat indikasi adanya jet kedua yang berputar berlawanan arah di sekitar pusat galaksi.
Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa terdapat dua lubang hitam supermasif yang masing-masing menghasilkan jet energi sendiri.
Massa keduanya diperkirakan mencapai puluhan hingga miliaran kali massa Matahari.
Peneliti juga menyebut bahwa pada Juni 2022 terjadi momen sejajar yang langka, ketika gravitasi lubang hitam utama membengkokkan cahaya dari jet lainnya hingga membentuk pola cincin Einstein, sebuah fenomena lensa gravitasi alami.
Dua lubang hitam yang saling mengorbit
Dari hasil pengamatan, kedua lubang hitam ini diduga saling mengorbit dalam waktu sekitar 121 hari untuk satu putaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
HP Murah Anyar, Tecno Pop X 5G Usung Baterai 6500 mAh dan Fitur Tangguh
-
Usung Zoom Optik 10X dan Sensor Sony 200 MP, Sampel Kamera Oppo Find X9 Ultra Beredar
-
Clock Speed Hampir 5 GHz, Chipset Dimensity 9600 Pro Diprediksi Bawa Performa Gahar
-
DJI Osmo Pocket 4 Resmi, Bawa Sensor 1 Inci dan Video 4K/240fps, Ini Harga Lengkapnya
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 April 2026: Sikat SG Laut Ganas, Undersea Ride, dan Emote
-
Hacker Bobol Data Rockstar dan Sebar Informasi GTA, Saham Take-Two Malah Meroket
-
5 Fitur Baru pada Android 17: Ada Peningkatan Widget dan Mode ala iOS
-
Bocoran Xiaomi 18 Pro Max, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai Raksasa 8.500mAh!
-
Xiaomi Rilis AC Pintar Mijia Super Energy Saving 1HP: Hemat Daya, Harga Kompetitif
-
41 Kode Redeem FF 20 April 2026 Terbaru: Banjir Skin SG2 Terompet, Bundle Sultan, dan Diamond Gratis