Tekno / Sains
Senin, 20 April 2026 | 14:27 WIB
Ilustrasi lubang hitam supermasif (Freepik/freepik)
Baca 10 detik
  • Peneliti menemukan dua lubang hitam supermasif yang diduga saling mengorbit dan menuju tabrakan.
  • Peristiwa ini diperkirakan bisa terjadi dalam sekitar 100 tahun dan menghasilkan gelombang gravitasi besar.
  • Temuan ini berasal dari analisis data radio teleskop dan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah astronomi internasional.

Jarak keduanya juga tergolong sangat dekat dalam skala astronomi, yaitu sekitar 250 hingga 540 kali jarak Bumi-Matahari.

Seiring waktu, jarak ini diperkirakan akan semakin mengecil hingga akhirnya kedua objek tersebut bergabung menjadi satu lubang hitam raksasa.

Ilustrasi lubang hitam (Shutterstock).

Potensi tabrakan dan dampaknya bagi alam semesta

Ketika kedua lubang hitam ini berpotensi bertabrakan, peristiwa tersebut diperkirakan akan menghasilkan gelombang gravitasi yang sangat kuat.

Gelombang tersebut merupakan riak dalam struktur ruang dan waktu yang muncul akibat peristiwa kosmik ekstrem.

Jika benar terjadi, sinyalnya berpotensi lebih kuat dibandingkan peristiwa penggabungan lubang hitam yang pernah terdeteksi sebelumnya.

Gelombang tersebut juga bisa ditangkap oleh detektor di Bumi, membuka peluang baru untuk memahami sifat lubang hitam supermasif.

Temuan ini telah dipublikasikan pada 27 Maret di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, salah satu jurnal ilmiah internasional populer.

Meski belum bisa dipastikan kapan tepatnya peristiwa ini terjadi, penelitian ini memberikan gambaran tentang dinamika ekstrem di pusat galaksi.

Baca Juga: 10 Penemuan Baru tentang Lubang Hitam yang Mengejutkan Sepanjang Tahun 2024

Load More