Tekno / Internet
Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:08 WIB
Meta meluncurkan fitur baru akun remaja Instagram. [Meta]
Baca 10 detik
  • Meta Indonesia meresmikan fitur Akun Remaja 13+ pada 22 Mei 2026 untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih aman.
  • Pembaruan ini membatasi konten sensitif, bahasa kasar, dan interaksi tidak pantas guna melindungi pengguna remaja di platform Meta.
  • Meta berkolaborasi dengan Komdigi dan ECPAT Indonesia menyelenggarakan workshop literasi digital di berbagai kota sepanjang tahun 2026.

Tak hanya itu, akun yang rutin membagikan konten tidak sesuai usia juga tidak dapat berinteraksi dengan akun remaja, termasuk mengirim pesan langsung atau mengikuti profil mereka.

Meta Perbarui AI Khusus Remaja

Selain fitur keamanan konten, Meta turut memperbarui pengalaman AI untuk pengguna remaja agar respons yang diberikan tetap sesuai usia.

Ilustrasi Instagram [pexels.com/omkarpatyane]

Perusahaan juga menghadirkan opsi tambahan bernama “Limited Content” bagi orang tua yang ingin menerapkan pengawasan lebih ketat.

Fitur ini membuat remaja tidak bisa melihat, memberikan, maupun menerima komentar tertentu, sekaligus menyaring konten dengan lebih ketat.

Ersa Mayori sebagai orang tua mengaku fitur bawaan Instagram dan Facebook sangat membantu dalam mengawasi aktivitas digital anak.

“Sebagai orang tua, kadang kita merasa selangkah tertinggal memahami aktivitas digital anak. Karena itu, fitur-fitur bawaan yang ada di Instagram dan Facebook sangat membantu kami,” ujarnya.

Menurut Ersa, fitur tersebut membantu membatasi kontak yang tidak diinginkan hingga mengatur screen time anak tanpa harus melarang penggunaan media sosial secara total.

Meta dan ECPAT Gelar Workshop Keamanan Digital

Baca Juga: Meta Tambah Fitur Keamanan Iklan di Threads, Pengiklan Kini Bisa Blokir Konten Sensitif

Melanjutkan program Cerdas Digital 2026, Meta bersama ECPAT Indonesia juga akan menggelar Smart Digital Parenting Workshop di berbagai kota di Indonesia.

Koordinator Nasional ECPAT Indonesia, Andy Ardian, mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan digital sehat bagi remaja.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan alat praktis untuk mendampingi anak mereka di dunia digital,” jelasnya.

Program literasi digital tersebut akan digelar di Yogyakarta, Denpasar, Batam, dan Kupang sepanjang 2026 dengan tujuan meningkatkan edukasi keamanan digital bagi keluarga Indonesia.

Load More