-
Ferry Latuhihin sampaikan lima kritik ekonomi termasuk prediksi dolar tembus Rp25 ribu.
-
Pemadaman listrik massal dicurigai terjadi akibat masalah finansial dari perusahaan PLN.
-
Kebijakan PT DSI dan tarif ojol dinilai berisiko mengusir para investor.
"Nah, kemarin juga, minggu lalu, kita lihat PLN itu listrik blackout di Sumatera, ya. Itu 8 jam apa berapa jam, satu Sumatera katanya gelap. Bahkan saya lihat juga di video-videonya di Medan itu orang berebut mencari genset, ya. Dan kalau satu pulau itu blackout, ya, banyak yang mengatakan jangan-jangan ini bukan masalah technical problem, tapi ini masalah financial problem. Sebab setahu saya, PLN dengan dolar di harga 16.500 menurut saya itu udah kaing-kaing, apalagi sekarang di 18.000, ya teman-teman, ya. Kenapa? Karena PLN membeli listrik dari IPP, ya, Independent Power Plant itu dalam bentuk dolar per kilowatt-nya, ya, tidak dalam bentuk rupiah, sedangkan penghasilannya itu dalam bentuk rupiah, ya," ungkap Ferry dikutip dari kanal YouTube-nya pada Rabu (10/6/2026).
2. Prediksi Nilai Rupiah Melemah hingga Rp25 Ribu
"Ramalan saya bisa 22.000 sampai 25.000 di semester kedua. Prediksi saya ini Juli-Agustus bukan tidak mungkin dolar itu ke 22.000 sampai 25.000. Kalau sampai itu di-downgrade oleh apalagi oleh S&P ya yang paling kuat ya dari tiga itu S&P, Moody's, and Fitch itu kan, itu dolar bisa ke 25.000 loh bos," kata Ferry.
3. Teori Inflasi Dua Digit yang Tidak Memiliki "Obat"
Jika inflasi disebabkan oleh kenaikan harga komoditas global seperti minyak bumi (cost-push inflation), maka, menurut Ferry, Bank Indonesia tidak akan bisa mengatasinya hanya dengan kebijakan moneter konvensional seperti menaikkan suku bunga.
"Bila harga minyak tetap tinggi, saya khawatir kita akan mengalami double-digit inflation. Nah, kalau double-digit inflation ini tidak ada obatnya, karena ini cost-push inflation. BI tidak bisa meng-counter dengan higher interest rate atau menaikkan suku bunga," jelas Ferry.
4. Kritik Terhadap Kebijakan Pendirian PT DSI
Kewajiban bagi eksportir untuk menyalurkan komoditas seperti sawit dan batu bara melalui PT DSI dinilai terlalu berisiko, tumpang tindih, serta membuka celah terjadinya moral hazard (potensi pemerasan). Ferry mengungkap bahwa PT DSI bisa membuat investor dan pelaku pasar takut.
"Tapi yang didirikan adalah suatu badan hukum yang seolah-olah, ya, para eksportir ini harus menyerahkan barangnya dulu kepada PT DSI, dan PT DSI baru meneruskannya ke buyers. Nah, ini bisa terjadi moral hazard, ya. Bisa terjadi moral hazard dalam arti apa? Banyak yang berpikir bahwa PT DSI ini bisa-bisa nanti digunakan untuk memeras para eksportir. Kan bisa terjadi, mereka punya kekuasaan kok, ya. Mereka bisa bilang 'Eh, lu mau enggak, ya, barang lu dikirim? Tapi lu harus ini dan itu.' Dan itu bisa terjadi. Ini sangat menakutkan, ya, bagi si pelaku bisnis ekspor batu bara, sawit, dan ferroalloy," kata Ferry.
Baca Juga: Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
5. Dampak Pembatasan Tarif Potongan Ojek Online (Ojol)
Kebijakan pemerintah yang menurunkan batas komisi aplikasi ojol secara drastis dinilai berbahaya bagi kelangsungan bisnis operator transportasi online.
Itu pada akhirnya dapat mengancam lapangan kerja jutaan pengemudi jika operator memutuskan untuk menyerah.
"Commission fee 20 persen dipaksa dengan Perpres turun ke 8 persen. Nah itu sangat berbahaya. Seandainya para operator ojol ini seperti GoTo dan Grab, ya, tidak bisa meng-cover operating cost mereka dan mereka mengatakan 'ya saya give up', itu 7 juta loh pengemudi ojol at stake loh, ya, bisa menjadi pengangguran," pungkas Ferry.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori Internal 256 GB Termurah Juni 2026
-
3 HP Samsung Rp3 Jutaan dengan Kamera Terbaik sesuai Review dan Harga
-
5 HP Chipset Snapdragon Harga Rp1 Jutaan, Memori Luas dan Performa Stabil
-
Oppo Reno 16 Global Usung Snapdragon dan Aksesori Bubble, Bersiap ke Indonesia
-
Bukan HP Lipat, Huawei Siapkan Smartphone Layar Lebar Berdesain Anti Mainstream
-
Trailer Beredar, Persona 4 Revival Siap Hadirkan Nostalgia pada 2027
-
Privasi Terancam Saat Ponsel Diservis? Begini Cara Mengaktifkan Repair State di iPhone
-
5 Tablet dengan Chipset Snapdragon Termurah Juni 2026 untuk Produktivitas
-
4 HP POCO Kamera Bagus dan Andal Buat Gaming, Hasil Foto Jernih Performa Ngebut
-
HP Flagship Harga Miring, Redmi K100 Siap Usung Layar 185 Hz dan Chip Kelas Atas