Tekno / Internet
Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB
ilustrasi teknologi blockchain. (unplash/gettyimage)
Baca 10 detik
  • Tokocrypto meluncurkan produk investasi Tokenized Stocks pada 14 Juli 2026 untuk memfasilitasi akses saham global bagi investor Indonesia.
  • Layanan ini memungkinkan perdagangan aset dunia nyata selama 24 jam melalui teknologi blockchain dengan fleksibilitas dan transparansi tinggi.
  • Tokocrypto menerapkan mekanisme Proof-of-Collateral berbasis blockchain guna menjamin transparansi serta keterbukaan pengelolaan aset digital bagi seluruh pengguna platform.

Gunakan Sistem Proof-of-Collateral Berbasis Blockchain

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. [Tokocrypto]

Untuk meningkatkan transparansi, Tokocrypto menerapkan mekanisme 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara langsung melalui blockchain.

Melalui sistem ini, pengguna dapat memeriksa jumlah aset digital yang menjadi jaminan token secara on-chain, sehingga meningkatkan tingkat keterbukaan dalam pengelolaan aset digital.

Namun demikian, data blockchain hanya mencerminkan aset yang tersimpan di dompet digital (wallet) yang digunakan sebagai jaminan. Jika terdapat aset yang berada di luar jaringan blockchain, proses verifikasi tetap memerlukan audit independen.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu implementasi teknologi blockchain dalam membangun transparansi yang selama ini menjadi tantangan di sektor keuangan digital.

Enam Saham Global Kini Hadir dalam Bentuk Token Digital

Pada tahap awal, Tokocrypto menghadirkan enam token yang merepresentasikan saham perusahaan global dari berbagai sektor strategis.

Di antaranya adalah Nvidia (NVDAB) yang menjadi pemain utama industri kecerdasan buatan (AI), Tesla (TSLAB) di sektor kendaraan listrik, SpaceX (SPCXB) di industri antariksa, Micron (MUB) di bidang semikonduktor, Circle (CRCLB) sebagai perusahaan teknologi keuangan, serta SanDisk (SNDKB) di industri penyimpanan data.

Kehadiran aset-aset tersebut memberi peluang bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan teknologi global tanpa harus mengakses pasar saham internasional secara langsung.

Baca Juga: Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Load More