- Elemental Royalty jadi pionir bayar dividen pakai emas kripto XAUT.
- Kolaborasi strategis dengan Tether sebagai pemegang saham utama ELE.
- Kapitalisasi emas tokenisasi global tembus USD 5 miliar, kian diminati.
Suara.com - Perusahaan royalti emas asal Kanada, Elemental Royalty Corporation (ELE), resmi mengukir sejarah di industri pertambangan global. ELE menjadi perusahaan publik pertama di dunia yang menawarkan opsi pembayaran dividen dalam bentuk emas digital berbasis blockchain atau emas kripto.
Dalam keterangan resminya, Rabu (18/2/2026), manajemen Elemental menyatakan bahwa pemegang saham kini memiliki kebebasan memilih. Dividen tidak lagi melulu soal uang tunai (fiat), melainkan bisa diterima dalam bentuk Tether Gold (XAUT).
"Pemegang saham yang memilih opsi ini akan menerima dividen dalam bentuk XAUT, token yang nilainya terhubung langsung dengan harga emas dan memberikan tambahan fleksibilitas penyelesaian secara digital," tulis pernyataan resmi Elemental Royalty, dikutip dari Coindesk.
Langkah revolusioner ini tidak lepas dari peran raksasa kripto, Tether. Tahun lalu, Tether secara agresif mencaplok sekitar sepertiga saham Elemental. Kini, kolaborasi tersebut naik kelas dari sekadar investasi menjadi integrasi produk dalam kebijakan finansial perusahaan.
CEO Tether, Paolo Ardoino, menegaskan bahwa emas adalah penyimpan nilai (store of value) paling tepercaya. Namun, mendistribusikannya dalam model keuangan modern sering kali terbentur kendala teknis.
“Penggunaan XAUT untuk dividen sepenuhnya mengubah dinamika tersebut. Ini menandai langkah besar bagi industri emas dan menunjukkan bagaimana aset tokenisasi membuka model keuangan baru yang sebelumnya sulit dijangkau," ujar Ardoino melalui laman resmi tether.io.
Pasar emas ter-tokenisasi memang sedang berada di atas angin. Saat ini, total kapitalisasi pasar emas berbasis blockchain telah menembus angka USD 5 miliar. XAUT tercatat sebagai pemimpin pasar, baik dari sisi volume perdagangan maupun suplai yang beredar.
Keputusan Elemental ini dinilai sangat strategis untuk menggaet investor ritel yang menginginkan eksposur emas tanpa kerumitan fisik atau birokrasi kustodian tradisional. Dengan kebijakan ini, Elemental resmi membuka babak baru konvergensi antara industri pertambangan konvensional dan teknologi masa depan.
Baca Juga: Bumi Resources Minerals Buka Suara Lahan Tambang Emas di Segel Satgas PKH
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor
-
Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen
-
Bisnis Bukalapak yang Kian 'Abu-abu'
-
Ilegal! Tambang Nikel Milik Bos Malut United Hingga Gubernur Maluku Disegel Prabowo
-
Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
-
ANTM dan PTBA Kembali Menyandang Status Persero
-
Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru Emisi 2026
-
IHSG Terus Melonjak di Sesi I, 466 Saham Menghijau
-
Bantah Harga Ayam Melonjak Karena MBG, Mendag: Justru Jadi Lebih Stabil