Suara.com - Investigasi yang dilakukan oleh BBC News Arabic, telah menemukan klinik di Rusia, AS dan Timur Tengah yang menawarkan harapan dan perawatan palsu yang berpotensi berbahaya untuk kondisi mata genetik jutaan pasien di seluruh dunia.
Klinik tersebut mengenakan biaya hingga ratusan juta rupiah untuk mengobati retinitis pigmentosa, suatu kondisi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kebutaan. Mohammaed Abdel percaya pengobatan itu bisa menyembuhkan kondisinya, setelah berkonsultasi dengan sebuah klinik di Rusia.
Dia membayar ratusan juta dan terbang ke Rusia untuk melakukan perawatan, namun kondisi matanya justru semakin parah. "Saya rasa suntikan dan vitamin yang diberikan justru menimbulkan kerusakan yang lebih parah," ujar dokter yang kini merawat Abdel.
Berita Terkait
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Latihan Gabungan, Kapal Selam Rusia hingga Korvet Gromky bersandar di Jakarta
-
Jangan Terlena Konflik Timur Tengah, Ada Bom Waktu di Laut Cina Selatan, RI Bisa Kena Getahnya
-
Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Avenged Sevenfold Dikonfirmasi Bakal Guncang JIS Oktober 2026
-
Gubernur DKI Tunggu Kepastian Pusat soal WFA ASN
-
Isu Damai ASIran Picu Kekhawatiran, Israel Bersiap Luncurkan Serangan Darurat
-
Jabat Pjs, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat ke OJK Lamar Dirut BEI 2026-2030
-
Istri AHY Annisa Pohan Lahirkan Anak Kedua, Diberi Nama Gelar Raja
-
Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump
-
Purbaya Ungkap Langkah Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga Minyak Global
-
Di Tengah Geopolitik yang Memanas, Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman
-
Peneliti UGM Soroti Mundurnya Kabais TNI sebagai Indikasi Keterlibatan Kasus Andrie Yunus
-
Keluarga Netanyahu Disorot! Istri Stres, Anak-anak Jadi Korban Bullying