Video / News
Sabtu, 11 November 2023 | 17:00 WIB

Suara.com - Warga Palestina kini berkumpul di pintu Perbatasan Rafah yang memisahkan Mesir dan Gaza selatan. Mereka semua berharap dapat meninggalkan Gaza sebelum serangan darat Israel terjadi.

Namun, pos perbatasan tetap ditutup dan baru dibuka bagi pengungsi mulai 1 November 2023. Sejak dimulainya serangan Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober, Rafah menjadi satu-satunya pintu keluar bagi para pengungsi yang ingin meninggalkan Gaza.

Hamas dan Mesir memegang kendali atas siapa yang dapat melewatinya, namun serangan udara Israel di sekitar wilayah tersebut telah mengganggu operasi di pos perbatasan. Media Mesir mengatakan penyeberangan tersebut ditutup menyusul tiga serangan Israel di Rafah pada tanggal 9 dan 10 Oktober, yang menurut media tersebut menyebabkan korban luka di sisi perbatasan Mesir dan Palestina.

Pada tanggal 12 Oktober, pemerintah Mesir meminta Israel untuk menghentikan serangan udara di dekat perbatasan Rafah sehingga dapat berfungsi sebagai "jalur bantuan" bagi orang-orang di Gaza. Pemerintah Mesir juga menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka jalur tersebut sampai ada jaminan keamanan bagi petugas perbatasan.

Load More