SuaraBandung.id – Meski rapi ditutupi, akhirnya lokasi pembuatan scenario baku tembak dan pelecehan istri Ferdy Sambo terbongkar juga.
Para tersangka yang ada di lokasi Duren Tiga dikumpulkan Feryd Sambo di satu tempat yang sangat aman.
Mereka yang dikumpulkan adalah Bripka RR, Bharada E, hingga Kuat Ma’ruf.
Di lokaso itu, Ferdy Sambo sendiri yang memimpin pertemuan yang terjadi beberapa jam setelah Brigadir J ditembak mati.
Rupanya lokasi pembuatan skenario baku tembak yang menggambarkan situasi terakhir kematian Brigadir J bukan di Saguling atau Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ferdy Sambo menggiring para saksi yang juga seluruh tersangka di TKP Duren Tiga ke satu tempat yang dinilai super aman dan tidak akan dicurigai.
Setelah Brigadir J dihabisi, Ferdy Sambo rupanya membuat skenario baku tembak hingga pelecehan seksual pada istrinya sendiri di Duren Tiga Jakarta Selatan.
Pembuatan skenario tersebut ternyata tidak dilakukan di TKP Duren Tiga maupun Saguling, melainkan di tempat lain.
Di TKP tersebut buatlah skenario untuk menghilangkan barang bukti dan menggiring opini jika Brigadir J adalah lelaki yang pantas ditembak lantaran telah melecehkan wanita.
Seperti diketahui jika perkembangan kasus kematian Brigadir J, baru sebatas penolakkan banding Ferdy Sambo.
Atas ditolaknya banding tersebut, maka otomatis Ferdy Sambo sudah dipecat dengan tidak hormat dari kepolisian.
Dalam kasus kematian Brigadir J ini ternyata melibatkan lima orang tersangka yang sudah ditetapkan dan diumumkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Mereka adalah Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Putri Candrawathi, dan Kuat Maruf yang merupakan ART sekaligus sopir pribadi.
Kasus tersebut sangat Panjang dan sangat pelik lantaran melibatkan banyak anggota Polri.
Semua yang bersuara di ruang sidang etik, mengaku hanya menjalankan perintah dari Ferdy Sambo.
Dari rumitnya kasus dan belum terungkapnya motif pembunuhan, sudah hampir tiga bulan berlalu, motif pembunuhan Brigadir J belum juga terungkap.
Dampak dari tidak jelasnya motif, membuat isu semakin liar dan meluas ke mana-mana.
Termasuk adalah Ketika dilakukan rekonstruksi yang digelar pada Selasa 30 Agustus 2022.
Dalam rekonstruksi tersebut ada lima tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, dihadirkan oleh para penyidik.
Satu di antara tersangka dan juga saki, Bripka RR mengungkap hal baru tentang lokasi perencanaan skenario setelah Brigadir J ditembak mati.
Melalui kuasa hukumnya bernama Erman Umar, Bripka RR mengungkap semuanya, termasuk lokasi Ferdy Sambo memimpin rapat usai pembunuhan terjadi.
Dikatakan Bripka RR, lanjut Erman Umar, Ferdy Sambo mengumpulkan semua ajudannya di Gedung Provos, Mabes Polri pada Jumat, 8 Juli 2022 malam.
Peristiwa dikumpulkannya para ajudan ini oleh Ferdy Sambo hanya beberapa saat setelah terjadi penembakan Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Dalam rapat ‘darurat’ di Mabes Polri, Ferdy Sambo meminta semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J mengikuti skenario yang dibuatnya.
Bripka RR mengaku, dia diminta bersembunyi di balik kulkas ketika Brigadir J dibunuh.
Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Ferdy Sambo membenarkan pernyataan mantan Karo Paminal Polri Brigjen Hendra Kurniawan.
Dia mengatakan semua saksi kasus Brigadir J sempat dibawa ke Gedung Provos Polri. Mereka adalah Bripka RR, Bharada E, dan Kuat Ma'ruf.
Setelah rapat darurat dilakukan, semua menjalankan rencana, hingga akhirnya semua terbongkar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026
-
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
-
Podcast Tiga Dara: Wamenaker Blak-blakan, Sebut Ijazah Sudah Bukan Modal Cari Kerja!
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Eks Aktivis Reformasi 98 Dukung Prabowo, Minta Koruptor MBG Dihukum Seumur Hidup
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal